Insightkaltim.com, PENAJAM – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyoroti potensi ekonomi lokal yang bisa didorong lewat program nasional makan bergizi gratis yang saat ini masih dalam tahap percontohan. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ia melihat peluang bagi petani dan pelaku UMKM di PPU untuk ikut berperan jika program tersebut diterapkan secara merata di seluruh Indonesia.
Thohiron menjelaskan, sistem dapur umum seperti yang diterapkan di Sleman mampu menyalurkan ribuan porsi makanan setiap hari. Jika diterapkan di PPU, hal ini bisa menjadi pasar baru bagi produsen telur, tahu, tempe, dan sayuran lokal.
“Kalau nanti program ini jalan di PPU, kita harus pastikan bahan pangannya berasal dari petani dan pelaku usaha lokal. Ini bukan sekadar soal gizi, tapi juga soal perputaran ekonomi rakyat,” ujarnya, Senin (5/5/2025).
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah menyambut program nasional ini, termasuk membangun infrastruktur dapur umum dan menyiapkan rantai pasok bahan makanan yang efisien dan terjangkau. Keterlibatan masyarakat, kata Thohiron, akan menjadi kunci keberhasilan program ini jika dijalankan secara inklusif.
“Dari sisi kesehatan masyarakat, ini jelas bermanfaat. Tapi dari sisi ekonomi, kita juga bisa dorong agar petani lokal ikut tumbuh bersama,” tambahnya.
Meskipun belum ada kepastian kapan program ini akan diluncurkan di Kalimantan Timur, Thohiron menyatakan bahwa DPRD PPU siap mendukung langkah pemerintah pusat, asalkan implementasinya berpihak pada pemberdayaan lokal dan tidak hanya bersifat seremoni.
Ia berharap, pemerintah daerah bisa mengambil inisiatif lebih awal untuk memetakan potensi pangan lokal dan menyiapkan mekanisme distribusi jika program ini mulai diberlakukan di PPU.
“Ini peluang besar untuk membangun ketahanan pangan dan ekonomi lokal sekaligus. Jangan sampai kita hanya jadi penonton,” tutupnya.(adv/DPRD PPU)





