Insightkaltim.com, Penajam – Untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers, digelar acara Silaturahmi dan Bincang Bangun Penajam Paser Utara di lantai tiga ruang rapat DPRD Penajam Paser Utara, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka seputar peran media dan tantangannya dalam memberitakan isu-isu daerah.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah pentingnya tanggung jawab jurnalis, tidak hanya terhadap perusahaannya, tetapi juga terhadap isi dan dampak pemberitaan yang disampaikan kepada publik. Jurnalis diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dan bersikap independen dalam menjalankan profesinya.
Namun, dalam praktiknya, jurnalis kerap menghadapi dilema. Beberapa peserta menyampaikan bahwa meskipun sebuah pemberitaan telah disusun berdasarkan fakta, tak jarang dianggap menyudutkan pemerintah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers dalam menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan komunikasi yang sehat dengan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Rauf Muin, menyampaikan apresiasinya atas peran media dalam mengawal pemerintahan. Menurutnya, kritik dari media adalah bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.
> “Saya pribadi dan secara kelembagaan sangat menghargai kerja-kerja jurnalis. Kami di DPRD terbuka terhadap kritik dan masukan, selama itu disampaikan secara objektif dan berimbang. Justru dari kritik itulah kami bisa mengevaluasi diri,” ujar Rauf Muin.
Ia juga mengajak seluruh jurnalis di PPU untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah dan DPRD. Sinergi yang kuat antara media dan pemerintah dinilainya penting untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Acara ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan media, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Penajam Paser Utara melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.(adv/dprdppu)





