Insightkaltim.com, Penajam – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menekankan pentingnya penataan aset sebagai langkah awal dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing. Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar menarik wisatawan, tetapi memastikan pengelolaan kawasan wisata bisa dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah.
“Selama kepemilikan aset wisata belum jelas, kita sulit bicara pengembangan jangka panjang. Pemerintah harus menguasai dulu agar punya ruang untuk membenahi dan mempromosikan,” ujarnya, Senin (3/4/2025).
Ia mencontohkan Pantai Tanjung sebagai destinasi potensial yang belum tergarap optimal karena masih berada di luar kendali penuh pemerintah daerah. Dalam pandangannya, kepemilikan yang tidak jelas membatasi ruang gerak dalam penataan, investasi, dan kerja sama promosi.
Thohiron menambahkan, ekspektasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini sebaiknya tidak dibebankan terlalu dini. “Kita belum jadi magnet wisata, jadi jangan berharap terlalu besar dari PAD dulu. Fokus utama sekarang adalah menarik kunjungan dan membangun infrastruktur,” tegasnya.
Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan kolaborasi dengan sektor swasta. Menurutnya, kerja sama bisa mendorong pengembangan pariwisata selama ada kejelasan kesepakatan yang saling menguntungkan.
DPRD PPU mendorong pemerintah untuk menyiapkan strategi jangka panjang yang menyasar pembenahan aset, pembangunan infrastruktur pendukung, serta promosi destinasi secara terpadu. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pariwisata dapat tumbuh sebagai sektor unggulan daerah dalam beberapa tahun ke depan.(adv/DPRD PPU)





