Insightkaltim.com, PENAJAM – Di tengah geliat pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah inisiatif kolaboratif tumbuh di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku. Bukan semata-mata proyek pemerintah, rencana pembangunan pusat jajanan (pujasera) di desa ini berawal dari gagasan seorang tokoh muda lokal, yang kemudian ditindaklanjuti oleh anggota DPRD Penajam Paser Utara, Muhammad Bijak Ilhamdani.
Pujasera ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan cermin dari semangat gotong royong antara masyarakat dan perwakilan rakyat dalam menjawab tantangan ekonomi lokal. Muhammad Bijak, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, mengalokasikan anggaran dari pokok-pokok pikiran (pokir) untuk merealisasikan gagasan tersebut.
“Pembangunan ini bukan semata ide politik, tapi lahir dari obrolan dengan warga dan tokoh muda seperti Mas Yator. Aspirasi ini kuat karena datang langsung dari mereka yang merasakan denyut ekonomi desa,” ujar Bijak, Selasa (18/3/2025).
Lokasi pujasera yang akan dibangun di samping Rumah Sakit Kecamatan Sepaku dipilih berdasarkan pertimbangan strategis, berada di jalur penghubung antara Semoi dan Ichi, serta dekat dengan zona utama pengembangan IKN. Bijak menilai posisi Desa Sukaraja sangat potensial menjadi simpul pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
Lebih dari sekadar ruang usaha, pujasera ini diharapkan menjadi titik temu antara produk lokal dan pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga serta mengembangkan fasilitas ini.
“Kami ingin warga merasa memiliki. Fasilitas ini adalah milik bersama, dan harus dimanfaatkan untuk membangun kemandirian ekonomi dari bawah,” tegas Bijak.
Pembangunan pujasera di Sukaraja menjadi bukti bahwa inisiatif lokal, jika ditangkap dengan baik oleh wakil rakyat, bisa berkembang menjadi langkah nyata untuk perubahan. Dari pemuda, untuk desa, dan demi masa depan ekonomi yang inklusif.(adv/DPRD PPU)





