Insightkaltim.com, Penajam – Pembangunan sentra perikanan yang terintegrasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi pengembangan sektor kelautan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, mendorong percepatan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nelayan.
Menurut Yusuf, keberadaan TPI yang layak akan memberi dampak signifikan, tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga terhadap rantai pasok dan stabilitas harga ikan. “Kita memerlukan tempat yang bisa menghubungkan nelayan dengan pasar secara langsung. TPI adalah solusi yang paling realistis,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).
Ia menekankan bahwa TPI bukan hanya fasilitas jual-beli, melainkan bagian dari ekosistem perikanan yang mampu meningkatkan efisiensi distribusi dan memperpendek rantai pemasaran. Dengan begitu, nelayan bisa mendapatkan harga yang lebih adil untuk hasil tangkapannya.
Yusuf juga menyinggung pentingnya penyesuaian pembangunan TPI dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar tidak tumpang tindih dengan kebijakan wilayah pesisir. “Lokasi harus dikaji secara matang agar benar-benar strategis dan sesuai perencanaan jangka panjang,” tambahnya.
Selain manfaat ekonomi, Yusuf menyebut bahwa TPI akan memberi dorongan psikologis bagi nelayan untuk lebih giat melaut. Ia meyakini, ketika hasil tangkapan memiliki pasar yang jelas, semangat kerja dan kesejahteraan keluarga nelayan pun akan meningkat.
Ia pun mendesak pemerintah daerah agar tidak menunda proses kajian dan perencanaan pembangunan. “Ini bisa menjadi tonggak baru dalam membangun kemandirian ekonomi pesisir. Bukan hanya untuk hari ini, tapi juga masa depan perikanan PPU,” tutupnya.(adv/DPRD PPU)





