Insightkaltim.com, Penajam – Kebutuhan terhadap layanan dasar seperti air bersih, jaringan gas, dan sistem drainase yang andal terus menjadi perhatian utama warga Kelurahan Petung, Penajam Paser Utara (PPU). Aspirasi ini mengemuka dalam kegiatan reses Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, pada masa sidang II Tahun 2025.
Thohiron menyampaikan bahwa keluhan paling dominan adalah distribusi air bersih dari PDAM yang belum menjangkau seluruh rumah tangga. “Petung sebenarnya punya potensi sumber air yang baik, tetapi jangkauan layanan PDAM belum merata. Ini yang terus dikeluhkan warga,” tuturnya, Senin (3/3/2025).
Selain itu, permintaan terhadap pemasangan jaringan gas (jargas) bersubsidi juga cukup tinggi. Warga berharap bisa menikmati kemudahan akses energi bersih tanpa harus menanggung biaya pemasangan sendiri. Namun, Thohiron menjelaskan bahwa kuota pemasangan gratis sudah terbatas. “Masyarakat berharap jargas gratis, tetapi saat ini program subsidi tersebut belum tersedia kembali,” katanya.
Kondisi banjir juga menjadi masalah yang terus berulang, terutama saat hujan deras berbarengan dengan naiknya air laut. Thohiron mengakui bahwa meski drainase di Petung cukup memadai, banjir tetap terjadi bila kondisi pasang tinggi. “Kalau hanya hujan, biasanya cepat surut. Tapi kalau bersamaan dengan pasang, genangan bisa berubah jadi banjir,” jelasnya.
Melalui DPRD, Thohiron memastikan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan pemerataan layanan dasar ini. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih, energi, dan pengendalian banjir adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.(adv/DPRD PPU)





