Insightkaltim.com, Penajam – Konsistensi antara janji politik dan implementasi program pembangunan dinilai sebagai kunci utama keberhasilan kepemimpinan daerah. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinan sangat bergantung pada sejauh mana visi dan misi yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar diwujudkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusuf menyusul pelantikan resmi Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Wakil Bupati, Abdul Waris Muin, oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Kamis (29/2/2025). “Rakyat akan menilai dari hasil kerja nyata, bukan sekadar janji. Pemimpin yang menepati visinya akan mendapat tempat di hati masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (1/3/2025).
Yusuf juga menyinggung tentang telah disahkannya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) hingga tahun 2045 oleh DPRD. Menurutnya, visi kepala daerah ke depan harus selaras dan tertuang dalam RPJMD agar arah pembangunan tetap terfokus dan berkelanjutan. “RPJPD bukan hanya dokumen formal, tapi panduan arah pembangunan jangka panjang. Pemerintah daerah harus mampu menurunkannya ke dalam program nyata yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dalam konteks pelayanan publik, Yusuf menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan. Ia menilai peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah, khususnya dalam hal sinkronisasi dengan BPJS, perlu menjadi agenda prioritas.
“Persoalan pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tapi juga sistem dan jaminan layanan. Pemerintah daerah harus cermat menyusun regulasi yang tidak membebani keuangan daerah, tapi tetap melindungi hak kesehatan warga,” tegasnya.
DPRD PPU, menurut Yusuf, siap mendukung setiap langkah eksekutif yang sejalan dengan kebutuhan rakyat dan pembangunan jangka panjang. Ia berharap kepemimpinan baru tidak hanya fokus pada pencitraan awal, tetapi mampu menjaga konsistensi hingga akhir masa jabatan.(adv/DPRD PPU)





