Insightkaltim.com, PENAJAM – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi desa-desa penyangga untuk ikut tumbuh sebagai pusat ekonomi baru. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah Desa Sukaraja di Kecamatan Sepaku. Potensi wilayah ini dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menopang ekonomi lokal di tengah geliat pembangunan IKN.
Anggota DPRD Penajam Paser Utara, Muhammad Bijak Ilhamdani, memandang Desa Sukaraja tidak hanya sebagai titik geografis yang dekat dengan IKN, tapi juga sebagai kawasan dengan modal sosial dan ekonomi yang layak dikembangkan. Dalam kunjungan reses masa sidang II Tahun 2025, Bijak menekankan perlunya intervensi kebijakan untuk menyiapkan desa ini menghadapi transformasi ekonomi yang akan terjadi.
“Kita tidak bisa hanya jadi penonton dari perkembangan IKN. Sukaraja harus bersiap menjadi pelaku, dengan memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatifnya,” tegasnya, beberapa waktu lalu.
Salah satu langkah nyata yang diusulkan Bijak adalah pembangunan pusat jajanan serba ada (pujasera) di kawasan tersebut. Menurutnya, kehadiran pujasera bukan hanya tentang kuliner, tapi menjadi infrastruktur ekonomi rakyat yang dapat menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pasar baru yang tumbuh seiring pembangunan IKN.
“Kalau kita tidak mulai sekarang, pelaku ekonomi dari luar akan masuk lebih dulu dan mengambil alih pasar. Desa-desa seperti Sukaraja harus lebih dulu siap dengan produk dan layanannya,” ujarnya.
Bijak juga menyoroti pentingnya pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, dan akses modal sebagai bagian dari paket kebijakan penguatan UMKM. Ia berharap pemerintah daerah serius memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru berbasis masyarakat.
Transformasi Sukaraja, menurutnya, bukan hanya soal membangun kios atau tempat usaha, tetapi tentang menciptakan fondasi ekonomi lokal yang berkelanjutan di era pasca-IKN.(adv/DPRD PPU)





