Insightkaltim.com, PENAJAM – Dalam suasana hangat dan terbuka, warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, menyampaikan beragam unek-unek mereka kepada Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal reses, melainkan menjadi ruang dialog yang mencerminkan pentingnya pendekatan akar rumput dalam pembangunan daerah.
Muhammad Bijak, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, menegaskan bahwa proses perumusan kebijakan yang baik harus dimulai dari mendengar. Dengan mendatangi langsung konstituennya, ia mengakui bahwa banyak persoalan penting sering luput dari meja rapat di kantor.
“Sering kali masalah-masalah kecil yang krusial tidak tercatat di dokumen perencanaan. Itulah kenapa penting bagi kami untuk turun langsung dan menyimak suara warga dari dekat,” ujarnya, Senin (29/2/2025).
Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua BPD Sukaraja Diana, Bijak mendengarkan berbagai keluhan terkait infrastruktur, akses sosial, hingga kesejahteraan ekonomi. Ia menekankan bahwa tidak semua aspirasi bisa langsung diakomodasi, namun proses penjaringan ini akan menjadi peta awal untuk menyusun prioritas pembangunan berbasis kebutuhan nyata.
“Bukan hanya sekadar mendengar, tapi kami juga akan mendorong agar aspirasi ini ditindaklanjuti secara sistematis, baik di lembaga DPRD maupun oleh pihak eksekutif,” jelasnya.
Kegiatan semacam ini dianggap penting untuk menjembatani jarak antara masyarakat dan kebijakan publik. Dalam konteks daerah yang sedang berkembang seperti PPU, kehadiran langsung wakil rakyat di lapangan menjadi penentu sejauh mana program pemerintah benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Bijak berharap model dialog semacam ini bisa menjadi budaya politik baru, di mana kebijakan tidak dibangun dari asumsi di atas, melainkan dari kebutuhan nyata di bawah.(adv/DPRD PPU)





