Insightkaltim.com, PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti kurangnya pembangunan infrastruktur di Kelurahan Lawe-Lawe yang berdekatan dengan Kantor Bupati PPU.
Anggota Komisi II DPRD, Syarifuddin HR, menekankan perlunya perhatian lebih serius dari pemerintah terhadap kelurahan tersebut.
“Dalam pembangunan infrastruktur, perhatian pemerintah sangat minim di Lawe-Lawe,” ungkap Syarifuddin HR dalam pertemuan di Kantor DPRD PPU pada Rabu (5/3).
Syarifuddin berharap agar kelurahan tersebut dan kelurahan pesisir lainnya mendapatkan perhatian yang sepadan dengan kelurahan lainnya di wilayah tersebut.
“Walaupun jalannya panjang di sepanjang garis pantai, setidaknya ada upaya peningkatan infrastruktur di sana,” tambahnya.
Menurutnya, perbandingan pembangunan infrastruktur antara wilayah pesisir dan wilayah pedalaman seperti Kecamatan Waru dan Babulu sangatlah berbeda.
“Kami juga meminta agar ada pembebasan lahan untuk pembangunan pasar di Lawe-Lawe dalam rapat kerja bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU. Kehadiran Infrastruktur Kawasan Kendal (IKN) harus diikuti dengan pembangunan dan pembenahan di PPU,” tegasnya.
Syarifuddin menekankan perlunya perhatian khusus terhadap lima kelurahan pesisir dan Lawe-Lawe agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah. (adv/dprdpenajam)





