Insightkaltim.com, PENAJAM– Menanggapi kunjugan dari Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor, Direktur RSUD RAPB PPU dr Lukasiwan Eddy Saputro mengapresiasi kunjungan tersebut.
“Apalagi, sempat mengecek juga beberapa aplikasi yang kebetulan memang kami launching. Tentunya arahan – arahan beliau tentunya akan kami tindaklanjuti. Terutama fitur – fiturnya harus kami sempurnakan kembali,” kata Lukas sapaan akrab dr Lukasiwan Eddy Saputro, Rabu (15/11) kemarin.
Dirinya juga mengakui, beberapa poli pelayanan, dalam hal kenyamanan. Baik untuk petugas maupun pengunjung akan mengupayakan maksimal mungkin membuat mereka nyaman.
“Artinya dalam kunjungan ketua dprd PPU dalam hal ini otomatis memberikan semangat baru buat kami. Apalagi dengan siap mendukung dalam sisi anggaran. Tentunya, dalam untuk pengembangan rumah sakit kita,” ujarnya.
Tentunya seperti yang diketahui bersama. Apalagi terkait kekurangan dalam segi klinik rawat jalan. Semantara itu, RSUD RAPB PPU juga telah memiliki 28 dokter spesialis.
“Kita kekurangan klinik rawat jalan. Sehingga mengharuskan bergantian. Misalkan untuk penyakit dalam kita memiliki dua dokter. Karena tidak bisa berpraktek karena kekurangan ruangan, sehingga jadwalnya bergantian,” jelasnya.
Kemudian, pihak RSUD RAPB berkeinginan mendatangkan dokter spesialis lagi. Contohnya, dokter ortopedi. Kendalanya rumah sakit tidak memiliki ruangan kembali untuk mereka membuka klinik. Karena ruangan praktiknya sudah terisi semua.
“Kemudian, jika memasuki musim penghujan. Kita selalu was – was, karena pasti terjadi banjir untuk di daerah bagian depan rumah sakit. Terutama di ruangan radiologi, IGD hingga lobby bahkan air sampai masuk. Karena landscapenya memang lebih rendah,” tuturnya.
Sehingga harapan kami melalui ketua dprd dan pj Bupati PPU dalam hal ini memiliki ketersemangatan yang sama untuk bisa membangunkan rumah sakit dengan empat lantai yang Detail Engineering Design (DED) sudah ada di Dinas PUPR,” pungkasnya. (adv/dprdppu)





