Insightkaltim.com, SANGATTA– Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan proyeksi Ambang Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) tahun 2024 yang menembus rekor fantastis Rp 9,148 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, saat menjelaskan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2024.
Dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Bupati menetapkan angka sebesar Rp 8,561 triliun, mencatat kenaikan sebesar Rp 587 miliar.
Ardiansyah menjelaskan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perpindahan profit sharing, penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik, penambahan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, DBH royalti, dan Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim 2024.
Dalam Rapat Paripurna tahun 2023, Bupati Ardiansyah memberikan penjelasan mengenai prioritas anggaran tahun 2024. Fokusnya adalah membangun SDM yang berdaya saing, mengembangkan ekonomi lokal, memperkuat sektor unggulan, menciptakan iklim industri kondusif, dan memastikan kesinambungan pembangunan infrastruktur daerah.
Ardiansyah menekankan pentingnya manajemen komprehensif dan seimbang dalam pengelolaan wilayah Kutim yang luas. Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan konektivitas infrastruktur antar kecamatan guna mendukung penguatan struktur ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan. (adv/Kutim)





