Insightkaltim.com, SANGATTA – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kutai Timur (Kutim) meraih sukses dalam menyelenggarakan Turnamen Sepak Takraw Antarklub se-Kutim, menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet muda potensial. Wakil Bupati Kasmidi Bulang membuka acara di Gedung Olahraga Kudungga pada Minggu (5/11/2023).
Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kutai Timur (Kutim) dalam melaksanakan turnamen dan pembinaan atlet muda potensial. Dalam pembukaan di Gedung Olahraga Kudungga pada Minggu (5/11/2023), Wabup Kasmidi mengapresiasi langkah positif cabang olahraga tersebut.
“Langkah PSTI Kutim di bawah kepemimpinan Jepi Darsono patut kita banggakan. Tidak hanya dalam pembinaan atlet muda, tetapi juga sukses dengan sertifikasi pelatih dan wasit,” ujar Wabup Kasmidi.
Wabup Kasmidi Bulang memberikan optimisme terkait sumber pendanaan olahraga, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup melalui Dispora dan KONI. Hal ini diharapkan dapat memastikan kelangsungan kegiatan olahraga, termasuk turnamen dan pembinaan atlet, hingga tingkat kecamatan dan desa.
Wakil Ketua IV KONI Kutim, Akbar, menyatakan bahwa peran pemerintah dan ketua cabang PSTI, Jepi Darsono, dalam pembinaan sepak takraw menjadi salah satu barometer pengembangan cabang olahraga di Kutim. Ia menekankan bahwa kesuksesan PSTI Kutim dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya, mendorong agar seluruh cabang olahraga mengikuti ritme pembinaan untuk mencapai visi misi Ketua KONI Kutim.
Ketua PSTI Kutim, Jepi Darsono, menyampaikan bahwa kejuaraan antarklub se-Kutim menjadi agenda penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PSTI tahun 2023. Darsono berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun 2024, dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui Wabup Kasmidi, sehingga pembinaan atlet takraw dapat terus berkembang.
Jepi Darsono juga menjelaskan bahwa selain turnamen, PSTI Kutim berhasil menyelenggarakan sertifikasi wasit dan pelatih. Hingga saat ini, Kutim telah memiliki 42 pelatih bersertifikasi dan 32 wasit berlisensi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal ini menunjukkan komitmen PSTI Kutim dalam meningkatkan kualitas wasit dan pelatih untuk mendukung perkembangan sepak takraw di daerah tersebut.
Turnamen Berlangsung Selama Tiga Hari dengan Total Hadiah Rp 30 Juta Turnamen ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 5 hingga 7 November 2023, melibatkan 27 klub dari berbagai kecamatan di Kutai Timur. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 30 juta, menciptakan suasana kompetisi yang ketat di antara peserta.(adv/kutim)





