Insightkaltim.com, PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sarifuddin HR, mengungkapkan keprihatinannya terhadap sulitnya akses masyarakat terhadap tabung gas elpiji. Ia menilai tingginya permintaan gas dan kuota pasokan yang tidak meningkat dari Pertamina sebagai penyebab utama kesulitan masyarakat dalam memperoleh gas.
Sarifuddin menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap gas terus meningkat, tetapi kuota yang disediakan tetap stagnan. “Harapan kita, Pertamina dapat merespons situasi ini dengan langkah yang lebih baik, seperti menambah kuota agar distribusi bisa lebih merata dan stabil,” ungkapnya pada Jumat (01/11/2024).
Menurutnya, gas elpiji adalah kebutuhan pokok bagi banyak rumah tangga, sehingga adanya kekurangan pasokan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa penutupan sejumlah pangkalan gas juga memperburuk situasi.
Sarifuddin mengusulkan agar pangkalan yang telah ditutup segera diganti dengan pangkalan baru untuk memastikan ketersediaan gas tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan di lapangan. “Kalau pangkalan yang tutup bisa segera diganti, distribusi akan lebih lancar dan masyarakat tidak akan kesulitan,” katanya.
Politisi Partai Demokrat ini juga mendesak pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi masyarakat dan memahami kebutuhan mereka secara langsung. “Kami berharap pemerintah lebih aktif memantau situasi agar solusi yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Sarifuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pertamina dalam menangani permasalahan ini, agar masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan dalam memperoleh gas elpiji.(adv/dprdpenajam)





