Insightkaltim.com, PENAJAM – Legislator Kabupaten Penajam Paser Utara, Jhon Kenedi, menekankan pentingnya kegiatan mitigasi bencana dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko yang dapat merugikan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di Penajam pada Sabtu (2/11/2024).
“Penanggulangan bencana harus dilakukan sedini mungkin dan berkelanjutan,” ujar Jhon Kenedi.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi mengenai mitigasi bencana perlu disertai dengan penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan terkait. “Penanggulangan bencana harus dilakukan dari hulu ke hilir,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif dalam menghadapi potensi bencana.
Jhon mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk merencanakan kegiatan mitigasi yang lebih baik, termasuk menyusun data wilayah rawan bencana dan mempersiapkan alokasi anggaran yang memadai. “Pastikan bantuan tersedia agar penyaluran saat bencana dapat dilakukan dengan cepat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.
Ia juga berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara dapat memprioritaskan mitigasi bencana, terutama mengingat daerah tersebut rentan terhadap berbagai bencana setiap musim hujan dan kemarau. “Kami akan dukung dari segi anggaran untuk penanggulangan bencana, karena saat musim hujan, wilayah ini rawan banjir dan tanah longsor, sementara musim kemarau rawan kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jhon Kenedi menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya perlu dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah-langkah pencegahan yang konsisten. “Pertumbuhan ekonomi bakal berjalan baik jika Kabupaten Penajam Paser Utara bebas dari bencana, melalui upaya pengurangan risiko bencana,” tambahnya.
Dengan langkah mitigasi yang efektif, Jhon Kenedi percaya bahwa target kemandirian daerah, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.(adv/dprdpenajam)





