Insightkaltim.com, PENAJAM- Wakil Ketua Satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin menanggapi terkait rencana pemerintah daerah membangun anjungan di kawasan Pelabuhan Speedboat dan Klotok Penajam.
“Itukan fasilitas umum, tentunya banyak penggunaannya. Harusnya parkir – parkir liar itu ditertibkan,” kata Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, Kamis (16/11).

Apalagi Pelabuhan Speedboat dan Klotok Penajam merupakan mukadimahnya PPU.
“Kita dorong pemerintah untuk menyiapkan kantong – kantong parkir. Karena itu semrawut, kesannya itu terlalu kumuh,” tegasnya.
Padahal, pihak DPRD PPU telah beberapa kali memanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol – PP) PPU dan Dinas Perhubungan (Dishub) PPU untuk membuat formulanya.
“Tentunya diatur dengan mengedukasi serta memberikan penjelasan ke masyarakat terkait maksud dan tujuan kita dalam menertibkan itu,” ujarnya.
“Kita sudah dua kali malakukan rapat. Belum juga ada action. Bahkan sampai melakukan peninjauan lapangan,” lanjutnya.
Intinya, di situ merupakan fasilitas umum. Bagaimana caranya menciptakan pelabuhan penyebrangan dengan rasa kenyamanan hingga keamanan yang dibutuhkan.
“Karena, rencana kita mau merubah wajah pelabuhan. Itu ikon ppu. Jadi view-nya terlihat jelas dari Balikpapan,” timpalnya.
Memang, lanjutnya, estimasi anggaran memang cukup besar. tetapi apapun bentuknya, karena itu pintu gerbang PPU serta fasilitas publik.
“Tentu pemerintah harus hadir, dan kami selalu mendorong upaya itu,” tuturnya.
Apalagi adanya IKN. Pasti orang akan lebih condong melirik ke sana, ikon PPU. Sehingga diperlukan pembenahan. “Tentunya dengan konsep adanya tempat wisatanya, anjungan, cafe hingga tempat pertemuan,” pungkasnya. (adv/dprdppu)





