Insightkaltim.com, PENAJAM– Menyusutnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) di tahun 2023, merupakan hal yang wajar.
Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi III DPRD PPU Zainal Arifin saat ditemui di Kantor DPRD PPU, Senin (6/11). Menurutnya, realisasi awal APBD terlihat tinggi, kemudian menyusut atau turun dikarenakan setelah ditetapkannya dalam APBD perubahan.
“Itukan ada penambahan pendapatan, begitu dihitung persentasi pasti akan menurun. Tetapi itu semu masih dalam proses,” katanya.
Menurutnya, persentase serapan APBD Murni 2023 memang sebelumnya telah mencapai sekitar 63 persen. Namun, mengalami penurunan setelah ditetapkannya APBD Perubahan 2023 sebesar Rp 2,2 triliun dari Rp 1,9 triliun.
“Saya yakin, sampai akhir tahun ini realisasi anggaran itu akan mendekati 100 persen. Walaupun memang tidak mungkin menyentuh angka 100 persen mutlak,” ujarnya.
Dirinya melihat, hal tersebut masih dalam tahap wajar. Karena masih dalam bentuk proses. Makanya ada beberapa yang belum masuk perhitungan persentase realisasi. “Masih ada sisa waktu dan masih cukup,” jelasnya.
Menurutnya, semua yang sudah teranggarkan di APBD Murni 2023, sudah hampir dilaksanakan. Hanya saja karena ada perubahan jadi banyak penambahan.
“Saya berharap dan yakin itu akan terealisasi sesuai target nanti sampai akhir tahun. Saya lihat banyak SKPD yang semangat mengejar target ini. Jadi semua masih dalam proses,” imbuhnya. (adv/dprdppu)





