Insightkaltim.com, Penajam, — Keluhan soal dokter yang jarang ada di tempat saat dibutuhkan tak lagi bisa dianggap sepele. Menyadari pentingnya kehadiran dokter, khususnya pada akhir pekan, Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusup, mendorong kenaikan insentif bagi dokter spesialis maupun umum yang bertugas di wilayah PPU.
“Kalau insentifnya layak, mereka pasti lebih betah dan standby. Warga pun dapat pelayanan maksimal kapan pun,” ujar Yusup, Senin (21/4/2025).
Ia menyoroti momen Jumat hingga Minggu sebagai hari paling krusial, di mana kerap ditemukan minimnya dokter yang berjaga di fasilitas kesehatan. Menurutnya, hal ini bisa diatasi jika kesejahteraan tenaga medis benar-benar diperhatikan.
Yusup membandingkan dengan pengalaman kunjungan kerja ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sekitar satu dekade lalu. Di sana, dokter spesialis diberi insentif hingga Rp50 juta dan dokter umum Rp30 juta per bulan—strategi yang dinilainya berhasil menjaga komitmen pelayanan kesehatan di daerah.
“Insentif bukan cuma soal uang, tapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Kalau dokter merasa dihargai, mereka akan hadir dan siap kapan pun dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menyarankan Pemkab PPU mengkaji regulasi yang memungkinkan peningkatan insentif ini, dengan belajar dari kebijakan serupa di daerah lain. Menurutnya, langkah ini bukan hanya realistis tapi juga sangat mendesak, mengingat PPU tengah tumbuh pesat sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita harus punya referensi kuat dan dasar hukum yang jelas, supaya tidak sekadar wacana,” tegasnya.
Langkah ini dianggap sebagai salah satu upaya konkret DPRD untuk memastikan bahwa kualitas layanan kesehatan di PPU tak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan wilayah.(adv/DPRD PPU)





