• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Insight Kaltim
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Insight Kaltim
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home NASIONAL

Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Tapi Daya Beli Masyarakat Jadi Sorotan

oleh InsightKaltim
April 26, 2025
di NASIONAL
0
Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Tapi Daya Beli Masyarakat Jadi Sorotan

Daya beli masyarakat di Indonesia menurun.(ist)

639
VIEWS
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterShare on Line

Insightkaltim.com, Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan perdagangan internasional, ekonomi Indonesia dinilai masih cukup stabil. Pemerintah, legislator, hingga kalangan ekonom menilai, ketahanan ekonomi domestik tetap terjaga meski risiko resesi global meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, berdasarkan data Bloomberg pada Februari 2025, probabilitas Indonesia mengalami resesi hanya di bawah 5%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Meksiko (38%), Kanada (35%), maupun Amerika Serikat (25%).

BeritaTerkait

Sulam Tumpar Curi Perhatian di Persit BISA 2026, Nuansa Budaya Kaltim Jadi Magnet Pengunjung

Prajurit Yonif 826/BTB Rebut Emas Seleknas KKI 2026, Buka Peluang Tembus Panggung Internasional

SMSI Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Independen untuk Jaga Integritas Pers

“Dengan fondasi ekonomi nasional yang solid, diversifikasi mitra dagang, serta hilirisasi industri yang diperkuat, Indonesia berpeluang besar menjaga stabilitas dan daya saing,” ujar Airlangga, dikutip Senin (24/3/2025).

Namun demikian, di tengah optimisme itu, daya beli masyarakat menjadi sorotan setelah mencuatnya data deflasi tahunan menjelang Ramadan dan Lebaran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,09%, pertama kalinya sejak Maret 2000.

Deflasi tersebut juga diikuti dengan merosotnya impor barang konsumsi. Pada Februari 2025, impor barang konsumsi tercatat hanya US$ 1,47 miliar, turun 10,61% dibandingkan Januari, dan anjlok 21,05% dibandingkan Februari 2024.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, penurunan impor ini menandakan lemahnya daya beli masyarakat. “Terkonfirmasi bahwa permintaan domestik melemah sehingga harga bahan makanan dan barang konsumsi turun,” katanya.

Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai, melemahnya daya beli masyarakat disebabkan oleh penurunan pendapatan riil akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor. “PHK besar-besaran telah melemahkan daya beli masyarakat, apalagi di tengah kenaikan harga pangan,” ujar Esther.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah deflasi terjadi karena pelemahan daya beli. Menurutnya, deflasi dipicu oleh penurunan harga barang yang diatur pemerintah (administered prices), antara lain diskon tarif listrik, pajak tiket pesawat, hingga tarif tol. “Kalau deflasi itu karena administered prices yang turun, bukan karena krisis,” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN.

Ia juga menekankan bahwa beberapa sektor manufaktur, seperti tekstil dan alas kaki, masih tumbuh positif. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh 4,3% pada 2024, sementara industri alas kaki naik 6,8% di tahun yang sama. Bahkan, ekspor alas kaki Indonesia mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 17% di awal 2025. “Ini landasan optimisme yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Terlepas dari itu, survei Economic Experts Survey yang dirilis LPEM FEB UI menunjukkan bahwa 55% dari 42 ahli ekonomi menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menekankan pentingnya integrasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita pernah tumbuh 7%-8% pada era Soeharto. Indonesia perlu kembali mendorong pertumbuhan untuk menciptakan lapangan kerja,” ujar Misbakhun dalam Capital Market Forum 2025 di Gedung BEI, Jakarta (21/3/2025).(int/din)

ShareKirimTweetShare

BeritaTerkait

Sulam Tumpar Curi Perhatian di Persit BISA 2026, Nuansa Budaya Kaltim Jadi Magnet Pengunjung

Sulam Tumpar Curi Perhatian di Persit BISA 2026, Nuansa Budaya Kaltim Jadi Magnet Pengunjung

oleh InsightKaltim
Mei 13, 2026
0
616

Insightkaltim.com, Jakarta — Gelaran sukses menghadirkan semarak budaya dan kreativitas perempuan Indonesia di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta. Acara yang...

Prajurit Yonif 826/BTB Rebut Emas Seleknas KKI 2026, Buka Peluang Tembus Panggung Internasional

Prajurit Yonif 826/BTB Rebut Emas Seleknas KKI 2026, Buka Peluang Tembus Panggung Internasional

oleh InsightKaltim
April 23, 2026
0
618

insightkaltim.com, Prestasi gemilang ditorehkan prajurit Yonif TP 826/BTB dari Brigif TP 85/BTC dalam ajang Seleksi Nasional Kushin Ryu M Karate-Do...

SMSI Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Independen untuk Jaga Integritas Pers

SMSI Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Independen untuk Jaga Integritas Pers

oleh InsightKaltim
Maret 31, 2026
0
626

  Insightkaltim.com, JAKARTA – Upaya memperkuat fondasi industri media nasional terus bergulir. menggelar uji publik rancangan aturan tentang Dana Jurnalisme...

Hilal Belum Terpenuhi, Pemerintah Tetapkan Puasa Dimulai Kamis 19 Februari 2026

Hilal Belum Terpenuhi, Pemerintah Tetapkan Puasa Dimulai Kamis 19 Februari 2026

oleh InsightKaltim
Februari 17, 2026
0
649

Insightkaltim.com, Jakarta – Pemerintah secara resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah hasil pengamatan...

  • Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 Siap Digelar di Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Inspiratif dan Dedikasi Perjuangan Bang Midun, Menjadi Pelayan Masyarakat hingga Panggung Politik 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa ITK Gelar Aksi “JAWARA HMIF 2025”, Gerakan Bersih Pantai Demi Warna Alam yang Tetap Terjaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber Alumni SMA 6 Angkatan 2001 Jadi Ajang Silaturahmi 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI

Copyright © 2020 Insight Kaltim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • CATATAN & OPINI
  • FILM
  • KULINER
  • PARIWISATA
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • Homepage

Copyright © 2020 Insight Kaltim.