Insightkaltim.com, KALIMANTAN TIMUR – Tim Penyuluh TNI Pasis Sesko TNI Dikreg LVI TA 2026 melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah satuan komando kewilayahan (Satkowil) di bawah Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Kodam VI/Mulawarman, Rabu lalu.
Peninjauan tersebut merupakan hari keempat rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi pencegahan karhutla yang dilaksanakan para Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI Dikreg LVI TA 2026.
Kegiatan difokuskan pada upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Di lokasi, tim mengamati kondisi lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memetakan kondisi lingkungan dan potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran kembali.
Tim juga berdialog dengan masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lahan serta berbagai persoalan yang muncul akibat karhutla.
Peninjauan lapangan dinilai penting karena upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap kondisi dan karakteristik wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh TNI mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Warga juga diminta menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara langsung di lapangan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Masyarakat jadi lebih memahami bahwa peran warga sangat penting dalam penanggulangan karhutla. Kalau ada api kecil harus segera dilaporkan dan ditangani agar tidak menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan hingga masyarakat.
Melalui penyuluhan dan peninjauan langsung, Tim Penyuluh TNI berupaya membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan karhutla dilakukan sejak dini melalui peningkatan kewaspadaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pelaporan cepat ketika ditemukan titik api.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Timur.(bro3)





