Insightkaltim.com, Malang – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional setelah berhasil memperoleh pendanaan riset dari program KONEKSI. Hibah ini akan digunakan untuk mengembangkan model pembelajaran transformatif yang inklusif dan kontekstual di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Penelitian bertajuk Transformative Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning dijadwalkan berlangsung selama satu tahun, mulai Maret 2026 hingga Maret 2027. Program ini melibatkan kolaborasi dengan Charles Darwin University, PW LP Ma’arif NTB, serta Isnawadi NTB.
Kolaborasi tersebut menggabungkan kekuatan akademik, pengalaman lapangan, serta perspektif global dan lokal guna menghasilkan riset yang berdampak nyata. Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Ketua tim peneliti, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa riset ini mengedepankan pendekatan berbasis komunitas dengan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Fokusnya adalah menciptakan sistem pembelajaran yang mampu menjangkau seluruh lapisan siswa, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
“Riset ini diharapkan menghasilkan model pembelajaran yang inklusif sekaligus kontekstual, serta dapat menjadi rujukan kebijakan pendidikan di berbagai level,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim peneliti terdiri dari delapan akademisi lintas disiplin yang memperkuat pendekatan interdisipliner dalam pelaksanaan riset. Selain itu, dukungan pemerintah daerah Lombok Utara menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi program berjalan optimal.
Sementara itu, Rektor UNISMA menilai capaian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas riset, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui program ini, UNISMA tidak hanya menargetkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan, model praktik baik, serta penguatan kapasitas pemangku kepentingan di tingkat lokal hingga internasional, termasuk diseminasi hasil riset di Australia dan Brunei Darussalam.
Program KONEKSI sendiri merupakan inisiatif kemitraan antara Indonesia dan Australia yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Capaian ini sekaligus menegaskan peran UNISMA sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam jejaring riset global dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.(nit/usm)





