Insightkaltim.com, Penajam — Peristiwa tenggelamnya kapal feri KMP Muchlisa di perairan Penajam pada Senin sore (5/5) sekitar pukul 16.00 WITA menggemparkan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kapal yang mengangkut sejumlah kendaraan dan penumpang tersebut dilaporkan tenggelam saat melakukan pelayaran rutin, diduga akibat faktor cuaca dan muatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PPU, Alimuddin, dalam keterangannya usai berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak penumpang dalam insiden ini. Namun demikian, dua awak kapal turut menjadi korban, yakni satu orang mualim yang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang anak buah kapal (ABK) yang hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Sesuai informasi terakhir dari Kepala BPTD, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun kami turut berduka atas meninggalnya satu orang mualim, serta masih berlangsungnya proses pencarian terhadap satu ABK yang belum ditemukan,” ujar Alimuddin dalam konferensi pers.
Diketahui, mualim yang menjadi korban meninggal dunia tersebut bukan warga PPU, sementara ABK yang masih dalam proses pencarian merupakan warga Kelurahan Nenang, BTM Kilo 4, Penajam. Kedua korban merupakan bagian dari awak kapal yang bertugas saat insiden terjadi.
KMP Muchlisa saat itu mengangkut total 12 unit kendaraan, terdiri dari 2 sepeda motor, 8 mobil pribadi, dan 2 mobil besar. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan kendaraan maupun barang muatan, mengingat evakuasi utama masih difokuskan pada pencarian korban serta penanganan kapal.
Upaya evakuasi dan pencarian korban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPTD, BASARNAS, TNI-AL, Polairud, serta dibantu warga dan nelayan setempat. Kondisi cuaca yang tidak stabil turut menjadi tantangan dalam proses pencarian, namun seluruh unsur SAR bekerja maksimal untuk memastikan seluruh awak dapat ditemukan dan kapal ditangani secara aman.
Dishub PPU juga menyatakan telah melakukan langkah koordinatif bersama instansi terkait, termasuk penyelidikan awal mengenai penyebab pasti tenggelamnya kapal. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak BPTD dan instansi terkait lainnya, termasuk dalam hal evaluasi operasional kapal feri agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” tambah Alimuddin.
Pemerintah Kabupaten PPU menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan memastikan akan memberikan pendampingan serta dukungan dalam proses penanganan lebih lanjut. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Saat ini, proses evakuasi kapal dan pencarian satu korban yang masih hilang terus dilanjutkan dengan prioritas keselamatan dan koordinasi terpadu. Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang setelah proses evakuasi dan investigasi awal selesai dilakukan.(adv/kominfoppu)





