Insightkaltim.com, PENAJAM — Serapan gabah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2025 mencapai hampir 4.300 ton, dengan harga beli yang tercatat tertinggi sejak 2023. Pemerintah daerah, bekerja sama dengan Bulog dan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), memastikan petani memperoleh harga menguntungkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, mengatakan peningkatan serapan ini menjadi bukti keberhasilan koordinasi lintas sektor di daerah. “Kami bersyukur, hampir 4.300 ton gabah petani telah berhasil diserap Bulog dengan harga yang sangat baik, Rp6.500/kg. Ini capaian luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Mulyono di Penajam, Senin (28/4/2025).
Pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya 2023 dan 2024, banyak petani di PPU yang mengeluhkan sulitnya menjual hasil panen dengan harga layak akibat keterbatasan daya serap pasar dan standar kualitas gabah yang tinggi. “Dulu, petani sering marah karena gabah mereka tidak laku, atau dihargai sangat rendah karena dianggap tidak memenuhi standar,” ungkapnya.
Situasi tersebut berubah setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Kedaulatan Pangan, yang mewajibkan optimalisasi serapan hasil pertanian di seluruh daerah.
“Melalui regulasi ini, kami memastikan bahwa seluruh hasil panen petani harus diserap. Tidak ada lagi cerita gabah petani terbuang sia-sia,” tambah Mulyono.
Keberhasilan ini juga didukung oleh kolaborasi aktif Perpadi, yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan serapan gabah petani (sergap), serta membantu proses pengeringan dan penggilingan. “Perpadi mengambil peran penting dalam memastikan kualitas gabah sesuai standar yang bisa diterima Bulog,” katanya.
Dengan harga yang stabil dan daya serap yang lebih terjamin, petani di PPU kini merasa lebih aman dan optimistis menatap masa depan. “Petani bisa lebih tenang karena hasil panen mereka langsung terjual dengan harga yang sudah dipastikan. Ini adalah hasil kerja keras bersama antara Bulog, Perpadi, dan pemerintah daerah,” tutup Mulyono.
Pemerintah Kabupaten PPU berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mendorong sektor pertanian daerah lebih kompetitif di pasar nasional.(adv/kominfoppu)





