insight kaltim.com, Penajam, –
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda PPU, Ahmad Usman, secara resmi mengusulkan penambahan 15.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun anggaran 2025. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat dan mendukung program konversi energi nasional.
“Usulan 15.000 pemasangan sambungan gas rumah tangga baru diperuntukkan mulai Kecamatan Penajam, Waru, hingga Kecamatan Babulu,” ujar Ahmad Usman di Penajam, Selasa (15/4) .
Progres Pemasangan Jargas di PPU
Hingga saat ini, sebanyak 9.354 sambungan jargas telah terpasang di wilayah PPU sejak tahun 2018. Pemasangan tersebut tersebar di tiga desa dan sembilan kelurahan di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru. Pada tahun 2020, PPU menerima tambahan kuota sebanyak 5.026 sambungan, yang meliputi wilayah Kelurahan Nipah-Nipah, Nenang, Penajam, Lawe-Lawe, Girimukti, Giripurwa, dan Waru .
Tantangan dalam Skema KPBU
Pada tahun 2025, Kementerian ESDM memprogramkan pemasangan jargas menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini melibatkan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur gas rumah tangga. Namun, Pemkab PPU mengkhawatirkan bahwa skema KPBU dapat mempengaruhi harga jual gas yang lebih mahal dibandingkan dengan pemasangan jargas yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kalau melibatkan swasta, dikhawatirkan harga bisa lebih mahal dibandingkan jargas yang selama ini dipasang oleh pemerintah,” jelas Ahmad Usman.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen untuk mendukung program jargas dengan mempermudah proses perizinan dan memastikan aksesibilitas bagi masyarakat. Pemkab PPU berharap agar Kementerian ESDM dapat mempertimbangkan usulan tambahan kuota ini guna memenuhi kebutuhan energi bersih bagi masyarakat dan mendukung program konversi energi nasional.(adv/kominfoppu)





