Insightkaltim.com, Penajam – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hadi Saputro, mengungkapkan adanya penurunan signifikan dalam penerimaan pajak dari sektor penginapan pada awal tahun 2025. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kontribusi sektor ini terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tercatat menurun cukup tajam.
Dalam keterangannya kepada media, Hadi menyampaikan bahwa berdasarkan perbandingan data bulan ke bulan antara Februari 2024 dan Februari 2025, hanya sektor penginapan yang menunjukkan penurunan mencolok dari sisi capaian target penerimaan pajak daerah.
“Jadi berdasarkan data yang kita sandingkan antara Februari 2024 dan Februari 2025, dari sisi pencapaian target penerimaan daerah khususnya sektor pajak, ada penurunan cukup signifikan di sektor penginapan,” ujar Hadi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa pada Februari 2024 lalu, sektor penginapan menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatan pajak daerah. Namun pada bulan yang sama tahun ini, kontribusinya merosot menjadi hanya 5 persen.
“Kalau dilihat dari persentase, Februari 2024 sektor penginapan menyumbang 7 persen dari total pajak daerah. Tapi sekarang, Februari 2025, hanya di angka 5 persen. Ini tentu menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Menurut Hadi, penurunan ini menjadi satu-satunya yang tergolong signifikan jika dibandingkan dengan jenis pajak daerah lainnya. Sektor-sektor lain dinilai masih menunjukkan kinerja yang stabil, dengan fluktuasi kecil yang masih dalam batas wajar.
“Kalau untuk data dari sektor lain, pergerakannya relatif stabil. Ada yang naik sedikit, ada yang turun tipis, tetapi masih dalam kategori normal atau balance,” ujarnya.
Bapenda PPU, kata Hadi, saat ini tengah melakukan evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi penyebab turunnya penerimaan dari sektor penginapan. Ia menilai, penting untuk segera mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini agar ke depan dapat dilakukan langkah-langkah strategis.
“Penurunan ini tentu menjadi perhatian kami di Bapenda. Kami akan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab pastinya. Apakah karena okupansi menurun, adanya pergeseran tren penginapan, atau faktor lainnya. Dari situ, kami bisa merancang intervensi kebijakan yang tepat sasaran,” tegas Hadi.
Bapenda PPU berkomitmen untuk menjaga stabilitas penerimaan pajak daerah sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, sektor penginapan sebagai salah satu kontributor utama PAD akan terus menjadi fokus perhatian, terutama jika terjadi anomali atau penurunan signifikan seperti saat ini.(adv/kominfoppu)





