Insightkaltim.com, Penajam — Di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan bahwa program-program strategis di sektor perikanan tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Azward, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan menghambat komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat nelayan.
“Walaupun terjadi pemangkasan anggaran, kami tetap jalankan program prioritas seperti bantuan sarana produksi, pembibitan, dan alat tangkap bagi nelayan. Karena ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Rozihan saat ditemui di kantornya.
Menurutnya, Dinas Perikanan PPU telah melakukan penyesuaian internal agar efisiensi anggaran tidak berdampak pada program-program inti. Beberapa langkah yang diambil termasuk refocusing kegiatan administratif serta optimalisasi anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada pelaku utama sektor perikanan, yakni nelayan dan pembudidaya ikan.
Fokus pada Peningkatan Produksi
Rozihan menegaskan bahwa tahun 2025, target peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya tetap menjadi prioritas utama. Dinas menargetkan peningkatan produktivitas sebesar 5 hingga 10 persen, baik untuk hasil tangkapan laut maupun hasil budidaya air tawar dan laut.
Sebagai bentuk konkret dukungan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk membantu kelompok pembudidaya ikan. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan sarana produksi, seperti benih ikan unggul, pakan, serta alat-alat pendukung budidaya lainnya.
Edukasi Penangkapan Ramah Lingkungan
Selain dukungan material, Dinas Perikanan juga terus mengintensifkan program edukasi dan pendampingan kepada nelayan terkait praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan guna memastikan keberlanjutan sumber daya laut di perairan PPU, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan menjamin mata pencaharian nelayan dalam jangka panjang.
“Nelayan kita harus bisa beradaptasi dengan pendekatan penangkapan berkelanjutan. Kami sudah mulai menyosialisasikan larangan penggunaan alat tangkap destruktif, serta mendorong penggunaan alat ramah lingkungan,” tambah Rozihan.
Dukungan untuk Ketahanan Ekonomi Pesisir
Dalam kondisi ekonomi yang dinamis, Rozihan menyebutkan bahwa sektor perikanan memiliki peran strategis sebagai penopang ketahanan ekonomi daerah, terutama di wilayah pesisir. Oleh karena itu, meski terjadi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap menjadikan sektor ini sebagai prioritas pembangunan.
Ia juga memastikan bahwa koordinasi dengan kementerian serta instansi vertikal lainnya terus dilakukan untuk membuka peluang program bantuan pusat maupun hibah yang dapat memperkuat kapasitas.(adv/kominfoppu)





