Insightkaltim.com, PENAJAM–Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pembangunan kantor sekretariat bagi para tokoh dan pejuang yang telah berjasa dalam pembentukan Kabupaten PPU. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang, dalam pertemuan bersama perwakilan Yayasan Tim Sukses Pasir Wilayah Utara Menuju Kabupaten.
Rencana pembangunan sekretariat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa para pejuang yang telah memperjuangkan pemekaran wilayah hingga lahirnya Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah otonom. Pemerintah daerah menganggap penting adanya wadah resmi bagi para pejuang tersebut untuk berkumpul, berdiskusi, dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pemkab Minta RAB dan Desain Disiapkan Segera
Dalam diskusi tersebut, Nicko Herlambang menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak yayasan dan membuka ruang kolaborasi agar pembangunan sekretariat dapat segera direalisasikan. Ia meminta pihak yayasan untuk segera menyiapkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan rancang bangun fisik dari gedung yang direncanakan.
“Kami sangat mendukung rencana pembangunan ini. Namun tentu semua harus melalui prosedur yang tepat. Kami berharap pihak yayasan segera menyerahkan desain dan RAB agar bisa kami pelajari dan tindak lanjuti,” ujar Nicko.
Ia menambahkan bahwa pengajuan dokumen perencanaan tersebut sangat penting agar pemerintah daerah bisa memberikan arahan teknis serta menyesuaikan dengan peraturan tata ruang dan kebijakan pembangunan daerah.
Saran Lokasi: Hindari Lahan Pemerintah yang Sudah Terbangun
Lebih lanjut, Nicko memberikan masukan terkait lokasi pembangunan. Ia menyarankan agar yayasan memilih lahan yang tidak memiliki bangunan milik pemerintah. Hal ini, menurutnya, akan mempercepat proses perizinan dan meminimalisir konflik administratif maupun kepemilikan aset.
“Kalau bisa dibangun di lahan kosong yang bukan aset bangunan aktif milik pemerintah, prosesnya akan lebih mudah dan cepat. Kami akan bantu fasilitasi sejauh itu tidak bertabrakan dengan kebijakan atau kebutuhan lain,” jelasnya.
Nicko menyebut bahwa Pemkab PPU akan menugaskan tim teknis dari instansi terkait untuk membantu mengevaluasi kelayakan lokasi dan kesiapan rencana bangunan jika dokumen dari yayasan telah diserahkan secara resmi.
Bentuk Penghormatan dan Peningkatan Partisipasi Sejarah Lokal
Rencana pembangunan sekretariat pejuang ini juga dianggap sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal dan penguatan identitas daerah. Keberadaan sekretariat diharapkan menjadi ruang dokumentasi sejarah perjuangan pembentukan PPU sekaligus menjadi forum dialog lintas generasi.
“Ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Kami harap sekretariat ini nantinya dapat dimanfaatkan juga untuk pendidikan nilai-nilai kebangsaan dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah,” tutup Nicko.
Pemerintah Kabupaten PPU memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak yayasan agar proses pembangunan sekretariat ini berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semangat kebersamaan antara pemerintah dan para pejuang daerah diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada sejarah serta nilai-nilai lokal.(adv/kominfoppu)





