Insightkaltim.com, Penajam— Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat merespons lonjakan harga bahan pokok pasca-Idulfitri 1446 H.
Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar operasi pasar di sejumlah kecamatan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan sembako.
“Kami sudah menyisir Kelurahan Gunung Seteleng, Babulu, Waru, hingga Sepaku. Harga cabai sempat melonjak akibat pasokan terganggu dari daerah penghasil, namun stok sembako di PPU tetap terjaga dan aman,” ungkap Margono.
Selain pengendalian harga, penataan pasar tradisional juga menjadi agenda mendesak. Relokasi pedagang di Pasar Babulu sudah dilakukan ke lapak yang lebih tertib, dan pembangunan Pasar Waru kini dipercepat dengan dukungan dana pusat senilai Rp10,06 miliar.
> “Ini bagian dari tindak lanjut arahan Presiden saat berkunjung ke Waru. Kami tidak ingin pedagang terus berjualan di bahu jalan. Penataan ini penting demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Menyambut geliat ekonomi pascalebaran dan peluang besar dari hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), Dinas KUKM Perindag PPU juga memperkuat peran UMKM. Salah satunya melalui gelaran Ramadhan Fest pada 13-16 Maret 2025, di mana 250 lapak khusus disediakan untuk pelaku usaha lokal.
“Kami ingin UMKM PPU naik kelas. Tapi syaratnya, pelaku usaha harus memiliki izin resmi. Perizinan ini kunci untuk bisa masuk ke pasar-pasar besar, termasuk di wilayah IKN,” jelas Margono.
Dengan kombinasi pengendalian harga, penataan pasar, dan penguatan UMKM, Pemkab PPU berharap dapat menjaga kestabilan ekonomi lokal serta menyiapkan warganya menjadi bagian dari pembangunan kawasan strategis nasional.(adv/kominfoppu)





