Insightkaltim.com, Penajam, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi krisis sampah dalam beberapa tahun ke depan. Kepala DLH PPU, Safwana, mengungkapkan bahwa TPA yang ada saat ini diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama satu hingga dua tahun ke depan, seiring dengan meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.
“TPA yang ada saat ini sudah mulai mendekati kapasitas maksimal. Kami perkirakan hanya bisa bertahan sekitar satu setengah tahun lagi, apabila tidak ada lonjakan volume sampah yang signifikan,” kata Safwana dalam keterangannya pada Senin (8/4/2025).
Untuk mengatasi masalah ini, DLH PPU telah melakukan survei lahan dan menemukan wilayah Buluminung sebagai lokasi potensial untuk pengembangan TPA baru. “Kami sudah melakukan peninjauan beberapa titik, termasuk di sekitar Buluminung dan Kelompokon. Secara topografi dan letak, kawasan Buluminung sangat strategis untuk pengembangan TPA baru,” jelas Safwana.
Tantangan Volume Sampah yang Terus Meningkat
Dengan laju produksi sampah yang mencapai sekitar 0,5 kilogram per orang per hari, DLH PPU memproyeksikan akumulasi sampah akan meningkat drastis, terutama dalam tujuh bulan mendatang. Safwana mengungkapkan, jika kebijakan pengelolaan sampah tidak segera ditingkatkan, maka pengelolaan sampah di PPU akan menghadapi tantangan yang serius.
“Kami sedang menghadapi tantangan besar. Tanpa tindakan cepat, kami akan kewalahan mengelola sampah,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pembangunan TPA Baru
Dalam upaya mengatasi krisis sampah ini, DLH PPU telah mengajukan pembangunan TPA baru dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Safwana menjelaskan bahwa kementerian terkait telah memberikan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah dan mendukung upaya pembangunan TPA yang sesuai dengan standar lingkungan.
“Pemerintah pusat, melalui kementerian terkait, mendukung pengembangan TPA baru ini. Beberapa daerah bahkan sudah mulai menutup TPA yang tidak memenuhi standar, dan kami tidak ingin tertinggal dalam hal ini,” tegas Safwana.
Edukasi Masyarakat untuk Kurangi Sampah
Selain langkah teknis, DLH PPU juga terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari rumah. Program ini bertujuan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA dengan mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta mendaur ulang barang-barang bekas.
“Perubahan perilaku masyarakat tidak bisa instan, tapi kami terus berupaya untuk memotivasi mereka agar mulai mengelola sampah dengan lebih baik,” kata Safwana. Salah satu langkah yang sedang dijalankan adalah penguatan sistem bank sampah dan pengelolaan rumah sampah.
Solusi Berkelanjutan untuk Krisis Sampah
Rencana pengembangan TPA di Buluminung diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis sampah di PPU, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. “Kami berharap dukungan dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tutup Safwana.(adv/kominfoppu)





