Insightkaltim.com, Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar festival seni tahunan yang bertujuan melestarikan budaya lokal serta meningkatkan potensi ekonomi kreatif masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Disbudpar PPU memastikan festival ini tetap berlangsung dengan meriah dan penuh makna.
Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025
Salah satu acara unggulan yang akan digelar adalah Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025. Festival ini merupakan perayaan budaya penting bagi masyarakat Paser, menampilkan tradisi dan adat istiadat melalui ritual Belian, sebuah upacara penyembuhan yang memanfaatkan media alam dan unsur spiritual. Selain itu, festival ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Paser, seperti tarian tradisional, musik daerah, serta demonstrasi upacara Belian. Tujuan utama dari festival ini adalah mengenalkan dan melestarikan warisan budaya kepada generasi muda dan pengunjung dari luar daerah.
Jadwal Pelaksanaan
Pada tahun 2024, Festival Belian Adat Paser Nondoi dilaksanakan dari 28 Oktober hingga 2 November. Namun, hingga saat ini, tanggal resmi pelaksanaan Festival Nondoi untuk tahun 2025 belum diumumkan oleh Disbudpar PPU. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jadwal festival tersebut, masyarakat disarankan mengunjungi situs resmi Pemerintah Kabupaten PPU atau akun media sosial resmi Disbudpar PPU.
Komitmen di Tengah Tantangan Anggaran
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menegaskan bahwa meskipun anggaran tahun ini mengalami pemangkasan, festival tetap akan terlaksana. “Kegiatan prioritas, termasuk Nondoi, tetap kami jalankan,” kata Andi. Ia menjelaskan bahwa beberapa mata anggaran, termasuk untuk seremoni, terpangkas. Namun, delapan program unggulan tetap berjalan dengan penyesuaian pada pos yang tidak terlalu berpengaruh pada inti program.
Dengan komitmen yang kuat dari Disbudpar PPU, festival seni tahun 2025 diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya serta peningkatan ekonomi kreatif masyarakat. Meskipun ada tantangan dalam hal anggaran, semangat untuk memajukan kebudayaan dan pariwisata tetap menjadi prioritas utama.(adv/kominfoppu)





