Insightkaltim.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam agenda mingguan yang berfokus pada kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat peningkatan dalam pemasukan dari sektor ini, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan kontribusi pariwisata terhadap PAD.
Realisasi Pemasukan Pariwisata 2025
Hadi Saputro menjelaskan bahwa pada triwulan pertama 2025, realisasi pajak dan retribusi dari sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Pajak hotel dan restoran mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan. Meskipun demikian, kontribusi sektor pariwisata terhadap total PAD PPU masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai potensi maksimal. 
Tantangan dalam Optimalisasi Pendapatan
Bapenda PPU mengidentifikasi beberapa tantangan utama dalam upaya optimalisasi pendapatan dari sektor pariwisata:
1. Kepatuhan Wajib Pajak: Masih terdapat pelaku usaha yang belum sepenuhnya patuh dalam pelaporan dan pembayaran pajak, sehingga potensi penerimaan daerah belum tergali secara optimal.
2. Infrastruktur Wisata yang Terbatas: Beberapa destinasi wisata di PPU memerlukan perbaikan dan pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan bagi wisatawan.
3. Keterbatasan Promosi: Upaya promosi yang masih terbatas menyebabkan potensi wisata daerah belum dikenal luas oleh pasar nasional maupun internasional.
4. Fluktuasi Kunjungan Wisatawan: Jumlah kunjungan wisatawan yang cenderung fluktuatif, terutama pada musim-musim tertentu, mempengaruhi kestabilan penerimaan pajak dan retribusi.
Strategi Peningkatan Pendapatan Pariwisata
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bapenda PPU telah merumuskan beberapa strategi utama:
• Digitalisasi Sistem Pembayaran Pajak: Menerapkan teknologi digital dalam proses pembayaran pajak hotel, restoran, dan retribusi wisata guna mempermudah administrasi, meningkatkan transparansi, dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan.
• Kolaborasi Antar OPD: Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan untuk mengembangkan infrastruktur serta meningkatkan aksesibilitas dan promosi destinasi wisata.
• Peningkatan Infrastruktur Wisata: Melakukan perbaikan fasilitas dan akses menuju destinasi wisata utama di PPU agar lebih menarik bagi pengunjung.
• Promosi dan Branding Pariwisata: Meningkatkan kampanye promosi melalui platform digital, media sosial, dan event pariwisata berskala nasional untuk memperkuat citra PPU sebagai destinasi unggulan.
• Mendorong Investasi Swasta: Membuka peluang investasi bagi pengusaha dalam pengembangan fasilitas pariwisata seperti hotel, resort, dan restoran guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan implementasi strategi-strategi tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Diharapkan, upaya ini tidak hanya memperkuat keuangan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Pariwisata memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari semua pihak, kami optimis PPU dapat menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Hadi Saputro.(adv/kominfoppu)





