Insightkaltim.com, PENAJAM,– Menjelang perayaan Idulfitri 1446 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian (Distan) memperketat pengawasan terhadap hewan ternak guna memastikan keamanan dan kualitas daging yang beredar di pasaran. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan harga daging untuk mengendalikan lonjakan harga menjelang hari raya.
Pengawasan Ketat di Rumah Pemotongan Hewan (RPH)
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat terhadap setiap hewan yang akan disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.
“Setiap hewan yang masuk ke RPH harus melalui pemeriksaan antemortem terlebih dahulu. Kami pastikan hewan yang disembelih bebas dari penyakit menular. Jika tidak ditemukan indikasi penyakit, baru proses pemotongan dilakukan,” ujar Ristu.
Setelah pemotongan, Distan PPU juga melakukan pemeriksaan postmortem terhadap organ dalam, jeroan, dan karkas untuk memastikan daging aman dan layak konsumsi. Jika ditemukan bagian daging yang tidak memenuhi standar kesehatan, akan segera dipisahkan atau dimusnahkan.
“Kami berhati-hati karena ada risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia, seperti antraks yang disebabkan oleh Bacillus anthracis. Jika dikonsumsi, bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius,” tambahnya.
Setiap daging yang dinyatakan tidak layak konsumsi akan dimusnahkan dengan cara dibakar untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kami selalu menjaga kesehatan masyarakat. Kami pastikan semua daging yang diedarkan di pasaran telah melalui proses pemeriksaan ketat dan aman dikonsumsi, terutama menghadapi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri,” tegas Ristu.
Harga Daging Sapi Naik, DPRD PPU Lakukan Pengawasan
Selain memastikan kualitas daging, Pemkab PPU juga memantau harga daging yang mengalami kenaikan menjelang Idulfitri. Saat ini, harga daging sapi murni di PPU naik sekitar 3,45 persen atau Rp 5.000, menjadi Rp 150.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi II DPRD PPU untuk mengawasi harga sembako agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Ketersediaan Bahan Pokok Tetap Aman
Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto, memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di PPU mencukupi menjelang Idulfitri. Meskipun beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga, stok bahan pokok dipastikan aman.
“Harga dan jumlah kebutuhan bahan pokok di PPU masih akan stabil ke depannya,” ujarnya.
Dengan pengawasan ketat terhadap hewan ternak serta pemantauan harga bahan pokok, diharapkan masyarakat PPU dapat merayakan Idulfitri 1446 H dengan aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan pangan.(adv/kominfoppu)





