• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
Insight Kaltim
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Insight Kaltim
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home PENAJAM

Dinas Kesehatan PPU Gelar Rapat Koordinasi Sosialisasi SPIP Daerah

oleh InsightKaltim
Maret 21, 2025
di PENAJAM
0
Dinas Kesehatan PPU Gelar Rapat Koordinasi Sosialisasi SPIP Daerah

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Ist)

624
VIEWS
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterShare on Line

Insightkaltim.com, Penajam  – Dalam upaya memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Puskesmas Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di wilayah tersebut. Rapat ini berfokus pada sosialisasi Sistem Pengendalian Intern (SPI) perangkat daerah guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di sektor kesehatan.

Acara yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Dr. Lukasiwan Eddy Saputro, perwakilan dari Inspektorat Daerah, serta para kepala Puskesmas se-Kabupaten Penajam Paser Utara.

BeritaTerkait

Harga Beras Turun, Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Anggaran Terbatas, DPUPR PPU Putar Otak Atasi Jalan Rusak dan Tuntutan Warga

Pemkab PPU Perketat Seleksi Pimpinan OPD, Bupati Mudyat Noor Tekankan Pentingnya Birokrasi Berintegritas

Penguatan Sistem Pengendalian Intern

Dalam sambutannya, Dr. Lukasiwan Eddy Saputro menegaskan bahwa manajemen risiko yang digunakan dalam SPI ini telah mengacu pada format yang ditetapkan oleh Inspektorat Daerah. Hal ini mencakup manajemen risiko keuangan serta manajemen risiko dalam pengadaan barang dan jasa.

“Format yang dipakai dalam sistem ini sama persis dengan yang dikeluarkan oleh Inspektorat, baik terkait manajemen risiko keuangan maupun pengadaan barang dan jasa. Walaupun implementasinya masih dalam tahap awal, kita sudah bisa melihat hasilnya. Hal ini sangat penting karena bersinggungan langsung dengan aparat penegak hukum,” ungkap Dr. Lukasiwan dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan SPI akan memberikan perlindungan hukum bagi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugasnya. Dengan sistem ini, pengelolaan keuangan dan pengadaan di sektor kesehatan dapat lebih transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Peran BPKP dalam Penguatan SPI

Selain itu, Dr. Lukasiwan juga menyinggung peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam membantu implementasi sistem ini. Menurutnya, BPKP memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan supervisi terhadap pengelolaan keuangan daerah, termasuk di sektor kesehatan.

“BPKP memiliki tugas untuk memastikan bahwa sistem pengendalian yang diterapkan sesuai dengan aturan dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, koordinasi dengan BPKP menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Permohonan Pendampingan dalam Implementasi SPI

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lukasiwan juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan pendampingan kepada instansi terkait guna memastikan penerapan SPI berjalan dengan baik. Ia berharap adanya asistensi dari lembaga pengawas, termasuk Inspektorat dan BPKP, agar perangkat daerah dapat lebih memahami dan mengimplementasikan sistem ini dengan optimal.

“Kami memohon pendampingan agar seluruh perangkat daerah, khususnya di sektor kesehatan, dapat menjalankan sistem ini dengan benar. Pendampingan ini akan membantu dalam memahami teknis pelaksanaan, serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat berimplikasi hukum,” tambahnya.

Harapan ke Depan

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem pengendalian intern di Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama dalam sektor kesehatan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang SPI, diharapkan setiap perangkat daerah dapat lebih transparan, akuntabel, dan efisien dalam menjalankan tugasnya.

Acara ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta dapat menyampaikan kendala dan masukan terkait penerapan SPI di masing-masing unit kerja. Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan koordinasi agar sistem ini dapat diterapkan secara maksimal di seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.(adv/kominfoppu)

ShareKirimTweetShare

BeritaTerkait

Harga Beras Turun, Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Harga Beras Turun, Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

oleh InsightKaltim
Februari 21, 2026
0
646

Insightkaltim.com, Penajam Paser Utara – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Besaran zakat fitrah untuk...

Anggaran Terbatas, DPUPR PPU Putar Otak Atasi Jalan Rusak dan Tuntutan Warga

Anggaran Terbatas, DPUPR PPU Putar Otak Atasi Jalan Rusak dan Tuntutan Warga

oleh InsightKaltim
Februari 9, 2026
0
645

Insightkaltim.com, Penajam Paser Utara – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat merespons...

Pemkab PPU Perketat Seleksi Pimpinan OPD, Bupati Mudyat Noor Tekankan Pentingnya Birokrasi Berintegritas

Pemkab PPU Perketat Seleksi Pimpinan OPD, Bupati Mudyat Noor Tekankan Pentingnya Birokrasi Berintegritas

oleh InsightKaltim
Desember 5, 2025
0
622

Insightkaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melakukan langkah serius memperkuat kualitas pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)...

Bupati Mudyat Desak Tanggung Jawab Industri Sawit, Kerusakan Infrastruktur Tidak Bisa Daerah Tanggung Sendiri

Bupati Mudyat Desak Tanggung Jawab Industri Sawit, Kerusakan Infrastruktur Tidak Bisa Daerah Tanggung Sendiri

oleh InsightKaltim
Desember 5, 2025
0
646

Insightkaltim.com, PENAJAM — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan perlunya skema tanggung jawab baru bagi perusahaan perkebunan kelapa...

  • Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 Siap Digelar di Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Inspiratif dan Dedikasi Perjuangan Bang Midun, Menjadi Pelayan Masyarakat hingga Panggung Politik 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa ITK Gelar Aksi “JAWARA HMIF 2025”, Gerakan Bersih Pantai Demi Warna Alam yang Tetap Terjaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber Alumni SMA 6 Angkatan 2001 Jadi Ajang Silaturahmi 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI

Copyright © 2020 Insight Kaltim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • CATATAN & OPINI
  • FILM
  • KULINER
  • PARIWISATA
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • Homepage

Copyright © 2020 Insight Kaltim.