Insightkaltim.com, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mengajak eksekutif dan legislatif untuk bekerja lebih erat demi mewujudkan pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Dalam Rapat Kerja (Raker) penyampaian program kerja DPRD PPU, yang digelar pada Selasa, (4/3/2025) di Gedung DPRD, Mudyat Noor menyampaikan bahwa kolaborasi yang solid antara keduanya akan menghasilkan kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat PPU.
Mengibaratkan hubungan antara eksekutif dan legislatif sebagai pasangan suami istri, Bupati Mudyat Noor mengatakan, seperti halnya suami istri yang saling melengkapi, eksekutif dan legislatif juga harus bekerja sama untuk menghasilkan rancangan kebijakan yang bermanfaat, seperti APBD yang sesuai dengan kebutuhan rakyat.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Ketua DPRD Raup Muin, Sekretaris Daerah Tohar, serta pejabat lainnya. Raker ini menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang menjadi instruksi Presiden, di mana pemerintah daerah diminta untuk memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat dan mengurangi kegiatan yang kurang esensial.
“Di tengah tantangan efisiensi anggaran, kami harus menghemat, terutama untuk kegiatan seremonial, studi banding, dan perjalanan dinas yang tidak begitu mendesak,” ujar Bupati. Ia menegaskan bahwa meski terjadi penghematan anggaran, proses pembangunan tetap akan terus berjalan dengan cepat.
Ketua DPRD Raup Muin menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah daerah. “DPRD PPU akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan bahwa pembangunan daerah dapat berjalan dengan transparan dan akuntabel,” ujar Raup Muin.
Raker ini juga menjadi forum untuk anggota DPRD menyampaikan berbagai masukan dan saran terkait sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Diskusi yang dihasilkan diharapkan dapat menghasilkan APBD yang pro-rakyat dan membawa dampak positif bagi kemajuan PPU.(adv/kominfoppu)





