Insightkaltim.com, PENAJAM – Penajam Paser Utara (PPU) kini mencatatkan pencapaian membanggakan dalam sektor ketahanan pangan. Berdasarkan data terbaru Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten PPU, terdapat 15 desa yang masuk dalam kategori sangat tahan pangan.
Analis Ketahanan Pangan DKP PPU, Sri Hardjanto, mengungkapkan hasil ini merupakan perkembangan signifikan dibandingkan data tahun 2022. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya, hanya terdapat 12 desa yang berada di kategori ini. “Ada pergeseran yang sangat baik dari desa rentan menjadi tahan. Ini hasil dari data 2022 yang kita gunakan untuk memetakan FSVA 2023,” ujarnya saat mendampingi Kepala DKP PPU, Mulyono, dalam sebuah podcast.
Lebih lanjut, Sri menjelaskan bahwa dari total 54 desa di PPU, sebanyak 10 desa masuk kategori agak tahan, 29 desa tahan, dan 15 desa sangat tahan. Perubahan ini tidak terlepas dari peran seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah terkait.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari capaian kinerja SKPD serta dukungan mitra yang selalu sigap memberikan data yang kami butuhkan,” kata Sri. Ia menambahkan, di Kecamatan Waru, empat desa kini telah masuk kategori tahan pangan.
Kepala DKP PPU, Mulyono, juga menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi dalam meningkatkan ketahanan pangan. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti nyata efektivitas program yang dijalankan DKP bersama pemangku kepentingan lainnya.
Dengan hasil ini, Kabupaten PPU semakin optimistis mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan, status ketahanan pangan di tahun-tahun mendatang. “Kerja keras dan kolaborasi adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan,” pungkasnya.(kominfoppu)





