Insightkaltim.com, PENAJAM – Upaya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk mengatasi area blank spot mulai menunjukkan hasil yang positif. Khususnya setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) turun tangan untuk mendukung perluasan jangkauan akses layanan telekomunikasi dan jaringan internet Benuo Taka yang saat ini juga menjadi Serambi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Persandian, Diskominfo PPU, Syafrudin Lamato, mengatakan bahwa dari sembilan daerah yang dikategorikan blank spot sudah diusulkan kepada kementerian.
Kini, secara bertahap sudah ada empat daerah yang mulai benar-benar diupayakan agar bebas dari kategori blank spot. “Berikutnya kami berharap infrastruktur yang sama juga bisa terbangun pada lima titik blank spot lainnya pada tahun berikutnya,” ujar Syafrudin Lamato, dalam talkshow melalui podcast bersama Kapefm, membahas Blank Spot di PPU, belum lama ini.
Ia menerangkan, proses pembangunan infrastruktur pendukung akses layanan digital biasanya memakan waktu sekitar tiga sampai enam bulan. “Itu waktu yang dibutuhkan untuk persiapan membangun menaranya atau tower Base Transceiver Station (BTS). Selanjutnya persiapan konektivitasnya,” ulasnya.
Ia menyebut, pihak dari Kemenkominfo sudah menyampaikan agar persiapan pembangunan menara BTS juga dikoordinasikan secara matang.
Yakni terkait dengan akses jalan dan yang paling krusial ialah dibutuhkan konektivitas dan ketersediaan energi listrik untuk mengoperasikan menara BTS yang akan dibangun. “Kita takutnya pada saat titik itu ditentukan, ternyata ada masalah lain. Dan yang paling ditakuti ternyata tidak ada ketersediaan akses jalan dan listrik PLN. Makanya betul-betul dilakukan survei yang mendalam terhadap titik-titik tersebut,” katanya.
Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, lanjut Syafrudin, yakni memastikan bahwa ada aset atau lahan yang dapat dijadikan lokasi pembangunan menara. “Kami menyiapkan lahan yang akan dibangun, kita usahakan supaya izin atau peruntukan lahan tersebut bisa kita segerakan. Jadi kita cuma bisa menjanjikan lahan supaya investor atau teman-teman dari provider bisa sesegera mungkin membangun menara,” imbuhnya.(adv/kominfoppu)





