Insightkaltim.com, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berinovasi dalam dunia pendidikan dengan mengimplementasikan Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP). Sebanyak 30 sekolah di wilayah ini, terdiri atas 15 sekolah dasar (SD) dan 15 sekolah menengah pertama (SMP), telah menjadi bagian dari program ini, yang dibimbing langsung oleh Yayasan Pengembangan Ideologi Pancasila (YPIP).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, menjelaskan bahwa SLP merupakan solusi strategis untuk membentengi anak didik dari pengaruh buruk, khususnya dari media sosial, di era modernisasi.
“Pematerinya adalah Bapak Hamri, seorang mentor nasional yang kerap menjadi narasumber di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Fokus utamanya adalah membekali kepala sekolah dan guru agar mampu menjadi filter moral bagi para siswa,” ujar Andi Singkerru, ditemui dalam suatu kesempatan, belum lama ini.
Andi menyebutkan bahwa dua sekolah unggulan, SD 013 dan SMP 005, telah menunjukkan keberhasilan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila melalui program SLP dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Setiap pagi, siswa membaca lima ikrar pelajar dan menghormati bendera merah putih sebelum masuk kelas. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah lainnya,” tambahnya.
Program ini bertujuan untuk memperkuat karakter siswa, menjadikan mereka generasi yang tangguh dan bermoral, serta mampu menghadapi pengaruh negatif modernisasi. “Mudah-mudahan ini menjadi salah satu upaya efektif untuk melahirkan generasi penerus yang berjiwa Pancasila,” pungkas Andi.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat PPU, yang berharap agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah arus globalisasi. Dengan inovasi pendidikan ini, PPU membuktikan komitmennya dalam membangun masa depan bangsa melalui anak-anak didiknya.(adv/kominfoppu)





