Insightkaltim.com, PENAJAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), H Tohar, melakukan peninjauan langsung terhadap simulasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU, Kamis (21/11/2024).
Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor KPU PPU, yang dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Ketua KPU PPU, Ali Yamin Ishak, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PPU, Faisal Arifuddin.
Simulasi Pilkada ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa seluruh proses pemilihan di 54 desa dan kelurahan, serta 293 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dapat berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. H Tohar memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan simulasi tersebut yang berlangsung dengan lancar.
Namun, dalam kesempatan itu, H Tohar sempat menyoroti beberapa aspek teknis, terutama mengenai alur dan penempatan posisi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Saya pikir tidak ada yang baru dalam simulasi ini, hanya saja alur tadi yang sempat saya pertanyakan. Ada perbedaan dalam penempatan posisi petugas KPPS. Misalnya, penempatan nomor lima, empat, tiga, dua, satu, yang kemudian menggelembung dan dilanjutkan ke posisi enam dan tujuh. Rupanya, itulah aturan main yang berlaku,” kata H Tohar usai meninjau jalannya simulasi.
Ia menyampaikan bahwa perbedaan ini bukanlah masalah besar, melainkan bagian dari prosedur yang memang sudah ditentukan oleh aturan KPU.Tohar juga menjelaskan bahwa prinsip dasar pelaksanaan Pilkada tetap sama, yaitu pemilih datang ke TPS, mendaftar, menyerahkan kartu identitas, tanda tangan berita acara dan petugas akan melakukan pengecekan kartu pemilih.
Setelah itu, pemilih akan masuk ke bilik suara untuk memberikan suara, menyerahkan hasil pilihan, dan keluar dengan jari yang sudah dicelupkan tinta sebagai tanda sudah menunaikan hak pilihnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda PPU juga mengingatkan kepada seluruh warga agar memanfaatkan momentum Pilkada ini untuk menunaikan hak politik secara pribadi. “Kita mengimbau agar semua warga yang terdaftar sebagai pemilih, yang jumlahnya mencapai 137.495 orang, dapat hadir di TPS dan memberikan suara. Partisipasi yang tinggi dalam Pilkada ini sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H Tohar berharap, siapapun yang nantinya terpilih dalam Pilkada 2024, akan menjadi pemimpin yang benar-benar dipilih oleh mayoritas warga PPU. “Pilkada adalah momen penting bagi kita semua. Mari manfaatkan dengan baik untuk menunaikan hak politik kita dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Dengan adanya simulasi ini, H Tohar berharap segala persiapan dan prosedur yang ada dapat dipahami oleh petugas dan pemilih sehingga Pilkada 2024 di Kabupaten PPU dapat berjalan sukses dan demokratis.(adv/kominfoppu)





