Insightkaltim.com, PENAJAM – Akses layanan telekomunikasi dan jaringan internet sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat desa Benuo Taka. Sehingga, titik blank spot menjadi tantangan utama pemerintah daerah. Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Persandian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten PPU, Syafrudin Lamato, mengatakan bahwa saat ini kebutuhan peningkatan infrastruktur untuk akses layanan telekomunikasi dan jaringan internet, menjadi isu yang paling ramai diperbincangkan dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kelurahan.
“Jadi beberapa usulan, beberapa masukan dari desa pada saat ada acara Musrembang yang membahas tentang usulan-usulan dari desa atau dari kelurahan, pasti bercerita tentang blank spot,” ujar Syafrudin, ketika talkshow melalui podcast bersama Kapefm, membahas Blank Spot di PPU, belum lama ini.
Menurutnya, kesulitan akses telekomunikasi dan jaringan internet pasti akan berdampak secara langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat desa. Sebab hampir semua sektor pembangunan perlu terhubung dengan digitalisasi. Misalnya akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat yang ada di PPU.
“Memang dampaknya sudah mulai terasa dan yang pasti, saat ini masyarakat kita sudah melek dengan teknologi. Apalagi saat ini sekolah-sekolah sudah melakukan ujian atau mengerjakan tugas sekolah menggunakan gadget,” ulasnya.
Ia menyebut, semua masyarakat desa dan kelurahan di PPU menginginkan supaya daerah mereka tidak lagi mengalami gangguan jaringan atau susah sinyal. Lebih jauh, Syafrudin Lamato menyebut bahwa saat ini sektor perekonomian pedesaan juga mengalami pergeseran budaya. Sebab semua warga sudah mulai terbiasa memanfaatkan internet untuk meningkatkan perekonomiannya. “Melalui internet, mereka sudah memperkenalkan suatu wilayah atau potensi yang ada di daerah tersebut melalui digitalisasi. Semua sudah berbondong – bondong ke arah sana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini setiap desa memperkenalkan potensi yang ada di daerah mereka melalui website yang dikelola oleh masing-masing desa. Sehingga masyarakat desa dan kelurahan PPU sudah menganggap bahwa pemenuhan infrastruktur untuk akses layanan telekomunikasi dan jaringan internet, sama pentingnya dengan Pembangunan fisik yang lain. “Jadi kalau kita bilang infrastruktur jalan, jembatan itu penting, yaitu memang penting. Tapi jangan sampai lupa dengan infrastruktur layanan telekomunikasi dan internet,” pungkasnya. (adv/kominfoppu)





