Insightkaltim.com, PENAJAM – Sebagai Serambi Ibu Kota Nusantara (IKN), maka Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen mengatasi adanya titik blank spot di Benuo Taka.
Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Persandian, Diskominfo PPU, Syafrudin Lamato, mengatakan sejauh ini masih ada beberapa daerah yang dikategorikan titik blank spot.
“Di antaranya di Desa Bukit Subur, Sidorejo, Giripurwa, Rintik, Sumbersari, Labangka Barat dan Bumi Harapan,” ujar Syafrudin Lamato, dalam talkshow melalui podcast bersama Kapefm, belum lama ini.
Menurutnya ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup menantang bagi pemerintah daerah untuk menyediakan akses layanan telekomunikasi yang memadai pada daerah-daerah tersebut.
Ia menjelaskan, faktor yang memengaruhi hal tersebut yakni kepastian dari provider atau penyedia jasa layanan telekomunikasi yang melihat pemenuhan kebutuhan akses jaringan yang lebih layak dari kacamata bisnis.
“Kalau kami melihat dari provider sendiri belum melakukan titik Base Transceiver Station (BTS) yang ada di wilayah titik tersebut. Mungkin kami melihat orientasinya masih bersifat bisnis,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum gaung pembangunan IKN semakin gencar seperti saat ini, sebenarnya lokasi-lokasi tersebut masih dilihat sebagai hutan, khususnya untuk mengakomodasi tanaman industri.
Berdasarkan hasil diskusi dengan rekan-rekan provider, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan jasa telekomunikasi masih berhitung mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tower pemancar jaringan dengan hasil atau keuntungan yang mereka dapatkan.
“Memang penduduknya belum begitu banyak. Tapi saat ini, dengan pola yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Alhamdulillah kita sudah coba mengusulkan,” urainya.
Lebih jauh, Syafrudin Lamato menyebut, setelah mengikuti asesmen, maka sudah ada empat titik blank spot yang diterima oleh pemerintah pusat, untuk ditindak lanjuti.
“Empat titik itu sudah kelir dalam proses survei oleh teman-teman dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kemenkominfo,” pungkasnya.
Ia berharap empat titik blank spot tersebut dapat segera ditindak lanjuti sehingga cakupan akses layanan telekomunikasi di PPU semakin luas.(adv/kominfoppu)





