Insightkaltim.com, PENAJAM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gencar melaksanakan survei lokasi yang dikategorikan sebagai daerah titik blank spot.
Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Persandian, Diskominfo PPU, Syafrudin Lamato, mengatakan upaya tersebut untuk memastikan bahwa seluruh wilayah PPU dapat menikmati layanan telekomunikasi yang baik dan lancar.
“Saat ini ada sembilan titik yang sudah kita analisa atau survei untuk memastikan bahwa daerah tersebut perlu dikategorikan sebagai titik blank spot,” ujar Syafrudin, ketika talkshow melalui podcast bersama Kapefm, belum lama ini.
Ia menjelaskan, dari sembilan titik tersebut ada titik yang lokasinya berada pada daerah pengembangan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sehingga secara otomatis daerah tersebut akan mendapat dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat.
“Jadi memang tanpa kita usulkan atau tanpa kami berikan solusi, InsyaAllah di sana sudah bisa terselesaikan masalah blank spot,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menerangkan bahwa beberapa daerah, baik di Kecamatan Babulu, Waru maupun Kecamatan Penajam juga masih ada titik blank spot. Sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah pusat maupun para provider untuk meningkatkan fasilitas jaringan yang lebih stabil untuk mendukung pengentasan blank spot di PPU.
“Khususnya untuk daerah pesisir, masih ada tujuh sampai delapan lokasi yang masih dikategorikan sebagai titik blank spot,” ulasnya.
Pada tahun ini, Syafrudin Lamato telah mendampingi tim Direktorat Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).
Tim tersebut menganalisis titik koordinat, potensi kependudukan, potensi ekonomi. Kondisi topografi di lokasi yang diusulkan untuk perbaikan layanan internet, sekira awal September 2024.
Hasil analisis tersebut akan dibahas kembali bersama penyelenggara telekomunikasi atau provider layanan seluler.
Solusinya akan ditentukan oleh mereka, misalnya apakah diperlukan upaya membangun menara baru atau hanya melakukan optimalisasi jaringan yang telah ada.
“Harapannya semua titik yang telah kami usulkan dapat terealisasi, sehingga menunjang pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten PPU sebagai wilayah ibu kota nusantara (IKN),” imbuh Syafrudin Lamato.(adv/kominfoppu)





