Insightkaltim.com, Penajam, – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari sektor pajak baru mencapai 60 persen dari target yang ditetapkan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan bahwa hingga akhir Oktober 2024, realisasi pajak telah mencapai sekitar Rp28 miliar dari total target Rp49 miliar.
“Kami masih menunggu pembayaran dari beberapa Wajib Pajak (WP), terutama perusahaan besar seperti Pertamina. Potensialnya ada sekitar Rp5 miliar lagi, terutama dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ujar Hadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/10).
Menurut Hadi, meskipun pembayaran PBB dari masyarakat sering dilakukan menjelang akhir tahun, pajak lainnya berjalan sesuai harapan. Pajak rumah makan, listrik, hotel, BPHTB, air, dan galian C tercatat normal. “Pajak hotel dan restoran menjadi yang paling tinggi realisasinya, dengan pajak restoran telah mencapai hampir 120 persen dari target,” lanjutnya.
Pajak hotel juga menunjukkan hasil yang baik, dengan pencapaian 118 persen, sedangkan pajak reklame telah melebihi target dengan capaian 112 persen. Pajak hiburan hampir mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan. Hadi optimis bahwa target pajak lainnya akan tercapai dalam dua bulan mendatang.
“Pajak PBB masih berada di angka 58 persen, tetapi kami yakin dengan pembayaran yang masuk pada akhir tahun, target bisa tercapai,” tuturnya.
Namun, Hadi menyebutkan bahwa pajak BPHTB sempat menghadapi kendala terkait insentif bagi investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah pusat memberikan insentif dengan penghapusan pajak BPHTB untuk investasi di IKN, yang berdampak pada realisasi pajak tersebut.
“Pajak BPHTB sempat ditargetkan tinggi karena adanya IKN, namun dengan adanya Perpres 75 yang memberikan insentif 0 persen untuk investasi IKN, realisasi BPHTB kami terpengaruh,” kata Hadi.
Selain itu, pajak dari rumah walet juga mengalami penurunan akibat migrasi yang terjadi pada beberapa rumah walet yang menyebabkan turunnya hasil panen. “Kami sedang memantau situasi ini,” ujarnya. (adv/kominfoppu)





