Insightkaltim.com, Penajam – Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, hingga perayaan Tahun Baru, harga bahan pokok selalu mengalami kenaikan. Fenomena ini kerap membuat masyarakat khawatir akan stabilitas harga dan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Marlina menjelaskan bahwa langkah-langkah antisipasi ini sudah mulai dilakukan sejak jauh-jauh hari.
“Untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang semakin tinggi pada saat hari besar, terutama menjelang Natal, kami akan berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti ketahanan pangan, dan melakukan operasi pasar,” ujar Marlina.
Marlina menjelaskan, operasi pasar ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga yang berlebihan.
Selain itu, Marlina menambahkan bahwa Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU secara rutin melakukan monitoring harga ke pasar-pasar tradisional maupun swalayan.
“Setiap hari kami melakukan monitoring harga ke pasar tradisional dan swalayan, serta melakukan pengawasan terhadap para distributor. Ini sudah menjadi rutinitas kami untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar,” imbuhnya.
Langkah antisipasi ini juga mencakup kolaborasi dengan para distributor dan toko swalayan dalam rangka Gerakan Pangan Nasional. Melalui gerakan ini, Dinas KUKM Perindag berharap bisa menjaga pasokan bahan pokok tetap stabil dan terjangkau di pasaran.
“Kami melakukan kolaborasi dengan para distributor dan toko swalayan untuk mendukung Gerakan Pangan Nasional, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” terangnya. (adv/kominfoppu)





