Insightkaltim.com, SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur menggelar seminar bertajuk Diseminasi Hasil Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting Tahun 2024 di Hotel Victoria, Ruang Dlounge, beberapa waktu lalu. Acara ini dihadiri oleh Camat Sangatta Utara, Camat Sangatta Selatan, Kepala Dinas, Badan terkait, pimpinan instansi vertikal, serta para PKB/PLKB Zona 1 dan 90 peserta lainnya.
Dalam laporan yang disampaikan Ketua Panitia, Agustina, S.E., M.Si., seminar ini bertujuan untuk menyampaikan hasil verifikasi dan validasi (verval) keluarga berisiko stunting yang telah dilakukan di 18 kecamatan selama 55 hari, dari 16 April hingga 9 Juni 2024.
“Verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting ini mencakup 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur dan melibatkan 141 petugas pendata,” tambahnya.
Agustina juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut. “Kami berfokus pada semua tahapan verval KRS, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pengisian instrumen dan penggunaan aplikasi, agar dilaksanakan dengan tepat dan akurat. Fokus utama adalah pada keluarga yang memiliki anak balita dan baduta,” ungkapnya.
Sebanyak 59.059 keluarga di Kabupaten Kutai Timur menjadi sasaran verval tahun ini, dengan dukungan 141 petugas pendata. Dua kader, Uun Kunaingsih dan Darmiati dari Desa Pulung Sari dan Desa Masalap Raya, Kecamatan Rantau Pulung, juga menerima apresiasi sebagai Kader Verval Tercepat.
Kepala Dinas DPPKB, Achmad Junaidi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarprogram dan integrasi data untuk mendukung keberhasilan program Bangga Kencana. “Dengan sinergi antarprogram, kita dapat mencapai sasaran RPJMN 2020-2024. Data yang akurat dan terpercaya adalah kunci untuk memastikan program berjalan sesuai target,” kata Junaidi.
Ia juga mengapresiasi pencapaian Kabupaten Kutai Timur dalam menyelesaikan verval KRS di semua desa dan kelurahan. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program stunting dan kependudukan, baik di tingkat nasional maupun lokal,” harapnya.(adv/Kutim)





