Insightkaltim.com, PENAJAM – Penambahan armada truk sampah dan kendaraan roda tiga menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah. Namun, Kepala DLH PPU, Safwana, menekankan bahwa penambahan armada ini perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan personel di lapangan, agar pengelolaan sampah yang semakin kompleks dapat ditangani dengan optimal.
“Penambahan armada ini penting, namun kami juga perlu menambah personel, terutama supir yang siap bekerja di lapangan mengangkut sampah setiap hari,” ujar Safwana dalam podcast bersama KPFM, baru-baru ini.
Menurut Safwana, selain menambah jumlah personel, dukungan terhadap operasional armada juga harus mencakup penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang merupakan kebutuhan mendasar untuk kelancaran pengangkutan sampah di seluruh wilayah PPU.
Saat ini, DLH PPU memiliki 15 armada truk sampah yang masih beroperasi dari total 17 unit, sementara dua armada lainnya membutuhkan peremajaan. Selain itu, DLH PPU juga dilengkapi dengan armada alat berat untuk menunjang operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memberikan dukungan signifikan dalam pengadaan truk dan alat berat,” tambah Safwana.
Dengan rencana penambahan personel dan armada, DLH berharap dapat mengoptimalkan kinerja dalam penanggulangan sampah, terutama menjelang berkembangnya kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Peningkatan tanggung jawab DLH PPU untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin besar, mengingat IKN yang akan mendekat.
“Harapan kami, dengan bertambahnya personel, pengelolaan sampah di Benuo Taka bisa semakin efisien, mewujudkan PPU sebagai Serambi Nusantara yang bersih dan ramah lingkungan,” pungkas Safwana.(adv/kominfoppu)





