Insightkaltim.com, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengembangkan potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan, khususnya di Desa Babulu Laut yang menjadi pusat budidaya rumput laut. Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Musakkar, menekankan pentingnya upaya peningkatan produksi pasca panen rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
“Produksi terbesar kami berasal dari Desa Babulu Laut, yang berbatasan langsung dengan Desa Maruat di Kabupaten Paser,” ungkap Musakkar saat dihubungi, Jumat (12/10/2024). Ia menjelaskan bahwa desa ini memiliki hamparan tambak budidaya rumput laut yang signifikan, dan kualitas rumput laut yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan pasca panen yang baik.
Untuk meningkatkan kualitas rumput laut, Musakkar menyarankan agar teknik penjemuran pasca panen diperbaiki. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan memanfaatkan waring (jaring) sebagai media jemur, sehingga rumput laut tidak langsung bersentuhan dengan tanah tambak. “Ini sudah disinggung sebelumnya dalam bantuan untuk metode pembesaran kepiting di tambak. Waring bisa dimanfaatkan juga untuk lantai jemur,” ujarnya.
Penggunaan waring sebagai alas jemur terbukti efektif untuk menjaga kualitas rumput laut. Dengan cara ini, rumput laut tidak terpapar langsung dengan tanah, yang dapat mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kesegaran hasil panen. Selain itu, waring yang dilengkapi dengan penutup plastik dapat melindungi rumput laut dari hujan, sehingga tetap bisa dikeringkan meskipun cuaca buruk.
“Setelah dicuci bersih, rumput laut dijemur di atas waring, dan setelah panen, tinggal digulung saja waringnya,” tambah Musakkar. Ia juga menambahkan bahwa meski ada alternatif penggunaan alat pengering yang lebih canggih, solusi sederhana ini lebih terjangkau dan efektif dalam meningkatkan kualitas produk rumput laut di Kabupaten PPU.
Untuk mendukung hal tersebut, Diskan PPU juga sedang berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para petani tambak melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Nilasa (Nila Salin), yang diikuti oleh 30 petani tambak dari tujuh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari 8 hingga 11 Oktober 2024, bekerja sama dengan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kualitas rumput laut yang dihasilkan semakin baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya dan menambah nilai jual produk perikanan di Kabupaten PPU. (adv/kominfoppu)





