Insightkaltim.com, Kutim – Selama 24 tahun, dua desa di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), hidup tanpa listrik. Menanggapi situasi ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Abdi Firdaus, berjanji menjadikan Desa Tepian Madani dan Desa Tepian Raya sebagai prioritas utamanya.
“Desa Tepian Madani dan Desa Tepian Raya sudah puluhan tahun tidak teraliri listrik, sehingga saya menjadikan desa-desa tersebut sebagai prioritas dalam aspirasi saya,” ujar Abdi saat ditemui rekan media di DPRD Kutim, Selasa (04/06/2024).
Abdi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan akses listrik bagi kedua desa tersebut, meskipun nantinya ia tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan. “Ini adalah tanggung jawab moral saya,” tegasnya.
Desa Tepian Madani dan Tepian Raya kini menjadi fokus utama politisi Demokrat ini. Sebelumnya, Desa Muara Bengalon telah berhasil mendapatkan aliran listrik. “Syukur Alhamdulillah Muara Bengalon sudah dialiri listrik. Tinggal dua desa ini yang belum,” tambah Abdi.
Untuk mempercepat realisasi ini, beberapa bulan lalu Abdi bersama kepala desa dan tokoh masyarakat setempat telah mengunjungi PLN Bontang untuk meminta agar desa-desa tersebut segera dialiri listrik. “Kasihan desa itu, desa transmigrasi tapi 24 tahun tidak ada aliran listrik,” tuturnya.
Abdi berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi ini hingga tuntas. “Saya akan men-follow up lagi. Mudah-mudahan kalau tidak tahun ini, insya Allah tahun depan sudah rampung semua. Kita kejar terus karena ini menjadi PR saya,” pungkasnya.(adv/dprdkutim)





