Insightkaltim.com, Sangatta, – Dalam upaya memajukan pendidikan di Kutai Timur, Disdikbud Kutim menggelar Sosialisasi Rencana Program Tindak Lanjut (RPTL) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) tahun 2024.
Suasana Pelangi Room Hotel Royal Victoria terasa semarak saat acara ini dibuka oleh Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, yang turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Achmad Junaidi. Mereka tidak hanya memandu acara tetapi juga menjadi pemateri utama dalam paparan kebijakan progresif mereka.
Menurut Junaidi, inovasi pelayanan “Cap Jempol” telah mengubah landscape pendidikan di daerah ini dengan memperluas peran majelis ta’lim sebagai satuan PNF. “Kami melihat majelis ta’lim bukan hanya sebagai tempat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai motor penggerak program pendidikan yang lebih luas,” tambahnya.
Acara ini juga menjadi ajang interaktif antara 342 peserta dari berbagai kalangan, yang tidak hanya memeriahkan suasana meski di bulan Ramadan, tetapi juga aktif dalam sesi tanya jawab yang penuh antusiasme.
Tidak hanya itu, acara ini ditutup dengan penyerahan dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkumham, yang menegaskan pengakuan terhadap inovasi “Cap Jempol” dalam pendidikan. Serta sebagai bentuk komitmen sosial, Tim Cap Jempol juga membagikan bingkisan infaq Ramadan kepada 4 pondok pesantren sebagai lokus Pokjar Cap Jempol sejak tahun 2022.
Dengan demikian, langkah Disdikbud Kutim ini bukan hanya menegaskan komitmen mereka terhadap pendidikan inklusif dan progresif, tetapi juga sebagai tonggak baru dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah ini.(adv/Kutim)





