Insightkaltim.com, **SANGATTA** – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) harus segera bertransformasi menuju era industri guna mengantisipasi habisnya sumber daya batu bara. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka Seminar Draf Laporan Pendahuluan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (REPIK) Kutim. Seminar ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Layanan Strategis Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (ULS-PPID) Universitas Mulawarman, yang berlangsung di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim.
“Oleh karenanya, Kutim harus masuk era industri yang sudah kita canangkan di RPJMD dari 2005-2025,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah menekankan bahwa Kutim harus segera bersiap menghadapi masa depan tanpa batu bara, karena dampaknya terhadap pengangguran dan masalah sosial bisa sangat serius. Ia menekankan pentingnya beralih ke sektor industri sebagai solusi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Kutim.
“Mudah-mudahan usai kegiatan ini, para camat yang sangat paham dengan kondisi teknis dan wilayahnya bisa bersama-sama dengan tim dari Universitas Mulawarman mampu melihat peluang apa saja yang dapat dikembangkan. Sehingga Kutim memiliki industri yang sangat mumpuni,” harap Ardiansyah dihadapan Plt Kepala Disperindag Kutim, Andi Nur Hadi Putra, para camat, beberapa kepala perangkat daerah, perwakilan Universitas Mulawarman, dan undangan lainnya.
Bupati juga meminta adanya terobosan atau rekomendasi dari seminar tersebut sebagai masukan bagi pemerintah.
“Hal ini untuk mewujudkan era industri dalam rentang waktu 10 sampai 20 tahun ke depan sebagai Superhub IKN nantinya,” tutup Ardiansyah.(adv/Kutim)





