Insightkaltim.com, SLEMAN – Delegasi dari Kutai Timur (Kutim) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memperdalam inovasi hijau di Pusat Budidaya Maggot, Sleman. Dipimpin oleh Wakil Bupati dan Ketua Pelaksana Forum Multi Stakeholder Corporate Social Responsibility (MSH CSR) Kutim, Kasmidi Bulang, kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi cerdas dalam mengelola sampah organik.
Maggot BSF, larva yang mampu mengurai sampah organik dengan efisien, dipandang sebagai langkah inovatif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Teknologi ini tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menghasilkan pupuk kompos berkualitas tinggi dan pakan ternak,” jelas Lurah Tirtoadi, Mardiharto.
Dukungan Penuh untuk Pengembangan di Kutim
Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyambut baik teknologi ini dan menegaskan komitmen untuk menerapkannya di Kutim. “Kami mendukung penuh para petani dan pihak terkait yang ingin mengadopsi budidaya maggot ini,” ujarnya. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang menginspirasi pengelolaan sampah organik yang lebih baik dan memberikan dampak positif ekonomi melalui produk-produk berbasis maggot.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
Selain menghadirkan solusi bagi permasalahan lingkungan, kunjungan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan masalah lingkungan dapat teratasi sambil menghasilkan manfaat ekonomis yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Kesimpulan
Kunjungan delegasi Kutim ke Sleman tidak hanya menggali potensi teknologi budidaya maggot, tetapi juga mengukuhkan komitmen untuk mengadopsi praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dukungan pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi ini di Kutim demi keberlanjutan dan kemakmuran bersama.(adv/Kutim)





